Reduce bounce ratesindo Praktisi HSE Heru Pradinata Marevi Bekali 100 Peserta dengan Penguatan Kajian Risiko dan HIRADC - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Praktisi HSE Heru Pradinata Marevi Bekali 100 Peserta dengan Penguatan Kajian Risiko dan HIRADC


MANDAU – Komitmen membangun budaya Health, Safety and Environment (HSE) yang kuat terus diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan di Gedung Meeting Salsabila, kamis 16/07/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai bidang pekerjaan.
Pelatihan menghadirkan Heru Pradinata Marevi, seorang praktisi sekaligus Supervisor HSE, sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihannya, Heru membahas materi penting mengenai Kajian Risiko (Risk Assessment), Hirarki Pengendalian Risiko (Hierarchy of Controls), serta HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) sebagai dasar penerapan sistem manajemen keselamatan kerja. Konsep tersebut menjadi landasan penting dalam mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian yang paling efektif guna mencegah kecelakaan kerja. 

Prinsip hirarki pengendalian menempatkan eliminasi dan substitusi sebagai pilihan utama sebelum mengandalkan penggunaan APD sebagai lapisan perlindungan terakhir.
Selain itu, Rudi Syahtriawan, yang menjabat sebagai Koordinator HSE di sebuah perusahaan, turut memberikan materi mengenai Izin Kerja Selamat (Permit to Work/PTW). Dalam pemaparannya, Rudi menjelaskan bahwa sistem izin kerja merupakan mekanisme pengendalian yang sangat penting untuk memastikan pekerjaan berisiko tinggi, seperti pekerjaan panas (hot work), pekerjaan di ruang terbatas (confined space), pekerjaan kelistrikan, maupun pekerjaan di ketinggian, dilaksanakan secara aman sesuai prosedur.

Menurut Rudi, izin kerja bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan bentuk komunikasi antara pihak yang mengeluarkan izin, pengawas lapangan, dan pekerja agar seluruh bahaya telah diidentifikasi, pengendalian diterapkan, serta seluruh personel memahami tanggung jawab masing-masing sebelum pekerjaan dimulai. Sistem Permit to Work juga tidak menggantikan proses penilaian risiko, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan hasil kajian risiko benar-benar diterapkan di lapangan.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif dan studi kasus mengenai penyusunan HIRADC, penerapan hirarki pengendalian, serta simulasi proses penerbitan izin kerja pada aktivitas berisiko tinggi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengambil keputusan yang tepat sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Heru Pradinata Marevi menyampaikan bahwa budaya keselamatan tidak dibangun hanya melalui aturan, tetapi melalui kesadaran setiap individu untuk selalu mengidentifikasi potensi bahaya dan mengendalikan risiko sebelum bekerja.
Sementara itu, Rudi Syahtriawan menegaskan bahwa kepatuhan terhadap sistem izin kerja merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah insiden di lingkungan kerja. Dengan disiplin menjalankan setiap tahapan Permit to Work, potensi kecelakaan dapat ditekan sehingga seluruh pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat.

Melalui pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh materi yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing. Penguatan kompetensi di bidang kajian risiko, HIRADC, hirarki pengendalian, dan sistem izin kerja diharapkan mampu mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja yang lebih baik, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur, serta mewujudkan target zero accident di setiap aktivitas operasional.

(Frd) 

Posting Komentar untuk "Praktisi HSE Heru Pradinata Marevi Bekali 100 Peserta dengan Penguatan Kajian Risiko dan HIRADC"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?