TANJUNGBALAI | Indometro.id –
Sat Polairud Polres Tanjung Balai turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir, Sabtu, (20/6/2026). Fokus utama dalam giat ini adalah mengawasi ketersediaan dan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi agar tepat sasaran bagi para nelayan tradisional.
Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Tanjung Balai, AKP M. Tanjung, S.H. Ia bersama personel menyisir sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan yang menjadi sentra distribusi solar subsidi di wilayah hukum Polres Tanjung Balai.
Salah satu lokasi yang disambangi adalah SPBUN No. 16213202 milik PT Timur Jaya di Kelurahan Beting Kwala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung. Di lokasi tersebut, petugas melakukan dialog dengan pengelola SPBUN dan beberapa nelayan yang sedang mengantre untuk mengisi BBM.
AKP M. Tanjung menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh guna mencegah adanya praktik penimbunan atau penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar yang dapat merugikan masyarakat kecil. Menurutnya, solar subsidi adalah hak nelayan tradisional dan harus dijaga distribusinya.
“Kami melakukan pengecekan ketat pada tiga aspek utama. Pertama aspek keselamatan, seperti kesiapan alat pemadam kebakaran dan kelaikan selang pompa. Kedua aspek distribusi, memastikan solar subsidi ini benar-benar hanya diberikan kepada kapal nelayan berukuran di bawah 30 GT yang memiliki surat rekomendasi resmi. Ketiga, aspek operasional termasuk kalibrasi pompa agar takaran yang diterima nelayan pas,” ujar AKP M. Tanjung.
Petugas juga memeriksa dokumen kapal, surat rekomendasi dari Dinas Perikanan, serta mencocokkan nomor lambung kapal dengan daftar penerima. Hal ini untuk memastikan tidak ada kapal industri yang ikut menikmati solar subsidi. Selain itu, stok di tangki timbun turut dicek untuk mengantisipasi kelangkaan.
Para nelayan yang ditemui mengaku senang dengan kehadiran polisi di SPBUN. Mereka merasa lebih tenang karena distribusi solar subsidi diawasi langsung. “Kalau ada polisi yang jaga, kami yakin takarannya pas dan tidak ada yang main-main. Harga juga sesuai HET,” kata seorang nelayan asal Beting Kwala Kapias.
Dari hasil pantauan di lapangan, situasi bagi para nelayan kecil di daerah pesisir Tanjung Balai terpantau aman dan kondusif. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya kelangkaan maupun kenaikan harga solar subsidi yang tidak wajar. Stok dipastikan cukup untuk kebutuhan melaut beberapa hari ke depan.
AKP M. Tanjung menegaskan Sat Polairud akan rutin melakukan patroli dan pengawasan ke SPBUN. Nelayan diimbau segera melapor lewat Call Center 110 atau personel di lapangan jika menemukan dugaan penyelewengan. Dengan begitu, nelayan kecil masih bisa melaut dengan normal dan roda perekonomian pesisir tetap berjalan. (Kabiro)




Posting Komentar untuk "Polairud Tanjungbalai Pantau BBM Subsidi Nelayan"