Reduce bounce ratesindo Songsong Bantuan Air Bersih dari Pemerintah, Warga Klumpang Gotong Royong Bersihkan Mata Air Wae Lipang - Indometro Media
banner image

Songsong Bantuan Air Bersih dari Pemerintah, Warga Klumpang Gotong Royong Bersihkan Mata Air Wae Lipang

 















Ruteng, NTT, Indometro.id – Harapan warga Kampung Klumpang, Dusun Kajong I RT/RW 03/01, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan akses air minum bersih terus diperjuangkan secara nyata. Sabtu (20/6/2026), warga menggelar kerja bakti bersama membersihkan Mata Air Wae Lipang yang direncanakan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, orang tua, kaum muda hingga anak-anak. Mereka bergotong royong membersihkan jalan setapak menuju lokasi mata air, memangkas rumput liar, serta membuka akses yang selama ini tertutup semak belukar.

Sebelum memulai pembersihan mata air, warga terlebih dahulu menggelar ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan penjaga alam. Ritual dipimpin oleh tokoh adat Kampung Klumpang, Marsianus Min.

Dalam prosesi tersebut, warga duduk melingkar di sekitar mata air sambil memanjatkan doa-doa adat. Sebutir telur yang telah dibuka bagian atasnya ditempatkan di atas sebatang kayu sebagai simbol permohonan restu agar Mata Air Wae Lipang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah tradisi yang diwariskan turun-temurun. Kami memohon restu leluhur agar perjuangan menghadirkan air bersih bagi warga Klumpang dapat berjalan lancar,” ujar Marsianus Min.

Usai ritual, warga mulai membersihkan area mata air dari dedaunan, batang pohon lapuk, lumut, dan lumpur yang menutupi sumber air. Sebagian warga lainnya menata batu-batu di sekitar lokasi dan membuat kolam sederhana dengan menggali endapan lumpur sedalam sekitar 30 sentimeter.

Dengan memanfaatkan sebatang bambu sebagai saluran sementara, air dari kolam sederhana tersebut kemudian dialirkan keluar. Kegembiraan pun tampak dari wajah warga ketika melihat air jernih dan bersih mulai mengalir.















Beberapa warga langsung mencoba meminum air tersebut dan merasakan kesegarannya. Mata Air Wae Lipang diketahui berada di kawasan yang masih alami, dikelilingi sejumlah pohon besar seperti beringin, aren, kemiri, dan berbagai jenis vegetasi lainnya yang turut menjaga kelestarian sumber air.

Menariknya, di lokasi tersebut tidak hanya terdapat satu titik mata air. Warga menemukan sekitar lima hingga enam titik sumber air yang berpotensi digabungkan menjadi satu sistem penyediaan air dengan debit yang cukup besar.

Tokoh masyarakat Kampung Klumpang, Marsianus Min, menilai Mata Air Wae Lipang sangat layak dikembangkan sebagai sumber air bersih untuk masyarakat.

Hal senada disampaikan Jerry, Sekretaris Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP KPK) Manggarai. Ia mengaku datang langsung ke lokasi atas permintaan warga untuk melihat kondisi mata air dan memperkirakan potensinya.

“Warga meminta kami meninjau langsung lokasi Mata Air Wae Lipang. Dari hasil pengamatan, sumber air ini sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Klumpang. Debit airnya cukup besar, bersih, dan layak dikembangkan menjadi sumber air minum bagi warga,” kata Jerry.

Menurutnya, sumber air tersebut berpotensi melayani kebutuhan sekitar 250 warga Kampung Klumpang yang selama ini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi cukup besar. Lokasi mata air berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga dengan medan yang terjal dan berbukit. Kondisi topografi yang naik turun membuat warga, khususnya perempuan dan anak-anak, harus menempuh perjalanan yang cukup berat untuk mengambil air setiap hari.

Karena itu, LP KPK Manggarai bersama sejumlah awak media terus mengawal dan mengadvokasi aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Di hadapan warga yang berkumpul di lokasi mata air, Marsianus Min menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Atas nama sekitar 250 warga Kampung Klumpang, kami memohon kepada Bupati Manggarai, Bapak Herybertus G.L. Nabit, agar dapat membantu mewujudkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat kami. Kasihan ibu-ibu dan anak-anak yang setiap hari harus berjalan jauh untuk mendapatkan air minum,” ungkapnya.

Selain kebutuhan air bersih, warga juga berharap pemerintah dapat memperhatikan sejumlah kebutuhan mendesak lainnya, seperti peningkatan jalan dari konstruksi telford menjadi lapen, pembangunan rumah layak huni, pembangunan MCK, serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang sekitar tiga kilometer.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kajong, Sebastianus Emon, mengapresiasi dukungan LP KPK Manggarai dan insan pers yang telah membantu menyuarakan kebutuhan masyarakat Klumpang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LP KPK dan rekan-rekan media yang telah membantu menyampaikan aspirasi warga Dusun Kajong I, Kampung Klumpang. Wilayah Desa Kajong sangat luas dan memiliki tantangan akses yang cukup berat,” ujarnya.

Sebastianus menjelaskan bahwa jarak dari pusat Desa Kajong menuju Kampung Klumpang mencapai sekitar delapan kilometer, sedangkan menuju Dusun Wangkal sekitar 15 kilometer.

Ia juga mengungkapkan bahwa Desa Kajong direncanakan akan dimekarkan menjadi tiga desa, yakni Desa Kajong, Desa Kajong Timur yang meliputi wilayah Klumpang, serta Desa Kajong Barat yang meliputi wilayah Wangkal.

Warga berharap berbagai upaya yang telah dilakukan secara swadaya dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga kebutuhan dasar berupa akses air bersih dan infrastruktur pendukung lainnya di Kampung Klumpang dapat segera terwujud.       (****)


Posting Komentar untuk "Songsong Bantuan Air Bersih dari Pemerintah, Warga Klumpang Gotong Royong Bersihkan Mata Air Wae Lipang "

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?