Reduce bounce ratesindo Polres Kota Padangsidimpuan Dikritik Mandul, Korban Pengeroyokan Parkir Mie Gacoan Masih Ketakutan - Indometro Media
banner image

Polres Kota Padangsidimpuan Dikritik Mandul, Korban Pengeroyokan Parkir Mie Gacoan Masih Ketakutan

Polres Kota Padangsidimpuan Dikritik Mandul, Korban Pengeroyokan Parkir Mie Gacoan Masih Ketakutan

Padangsidimpuan/ indometro.id
Sabtu, (27/6/2026) — Dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang warga di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan memicu pertanyaan serius soal penanganan kasus kekerasan oleh aparat penegak hukum setempat. Hingga satu bulan berlalu, korban masih menanti keadilan yang tak kunjung tiba.

Badri Hasan Nasution, warga setempat, menjadi korban dugaan pengeroyokan pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di areal parkir sekitar Mie Gacoan, Jalan Sudirman eks Merdeka, Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara.

Menurut kronologi yang disampaikan Badri kepada media, ia didatangi dua orang laki-laki berinisial M dan N. Ia hanya meminta izin memarkir satu unit mobil untuk sarapan karena tidak membawa uang. Alih-alih dibantu, permintaannya justru memicu pertengkaran yang berujung pada pengeroyokan. Badri mengalami luka memar di mata, kening, lutut kanan, bibir pecah, wajah memar, serta luka gores di kening.


Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polres Kota Padangsidimpuan pada hari yang sama dengan nomor LP/B/275/V/2026/Polres Padangsidimpuan/Polda Sumatera Utara. Kedua belah pihak beserta saksi telah menjalani pemeriksaan. Bahkan, mediasi yang digelar di aula Polres Padangsidimpuan pada Jumat lalu, dihadiri kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian, tetap gagal mencapai kesepakatan.

Lebih lanjut, Badri mengungkapkan dampak psikologis yang ia alami. “Saya mengalami trauma berat dan rasa ketakutan yang berkelanjutan. Ditambah lagi ada intimidasi dari pihak terlapor dan rekan-rekannya karena kami masih satu kampung. Bahkan ada rumor bahwa saya akan diusir dari kampung ini,” ujarnya dengan nada prihatin. Ia menambahkan, “Saya harus berhati-hati bang, karena mereka semua ingin memojokkan saya.”

Dengan nada kesal, Badri menduga Polres Padangsidimpuan lamban dan kurang profesional dalam menangani kasusnya. “Sudah satu bulan laporan ini, belum ada kepastian hukum yang jelas. Pelaku masih berkeliaran, belum ada penangkapan. STTPL sudah ada, visum dan para saksi sudah diperiksa, lantas kenapa bisa berjalan di tempat? Ada apa dengan Polres Padangsidimpuan?” katanya.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik. “SP2HP sudah diberikan kepada pelapor, kita akan tindak lanjuti,” ujarnya mewakili Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H.

Hingga berita ini diturunkan, perkembangan lebih lanjut dari penanganan kasus tersebut masih menjadi perhatian publik lokal. Kasus ini menyoroti pentingnya respons cepat dan transparan dalam penegakan hukum di tingkat kepolisian resort

Posting Komentar untuk "Polres Kota Padangsidimpuan Dikritik Mandul, Korban Pengeroyokan Parkir Mie Gacoan Masih Ketakutan"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?