Ruteng, NTT, Indometro.id - Guna memastikan pendampingan dan pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam keluarga, Keuskupan Ruteng gandeng Wahana Visi Indonesia Cluster Manggarai menyelenggarakan Pelatihan Bagi Fasilitator Pendampingan Keluarga dengan Anak Difabel pada 18-21 Juni 2026 di rumah Wisma Efata Ruteng.
Giat ini dibuka Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng RD Peppy Bora didampingi Manager Wahana Visi Indonesia Cluster Manggarai Ignatius Anggoro Suryo dan RD Benediktus Gaguk, Komisi Pastoral Anak dan Karitas Keuskupan Ruteng.
Dalam sambutannya RD Peppy Bora menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Rekomendasi Sinode IV Sesi 3 agar kita semakin meningkatkan perhatian bagi keluarga rentan dan difabel.
Romo Peppy juga minta keseriusan dan keterlibatan aktif peserta selama pelatihan. "Karena begitu pentingnya giat ini maka diharapkan para peserta bisa aktif dan proaktif untuk berpartisipasi," ujarnya.
Dia juga menyampaikan selamat dan profisiat kepada WVI Cluster Manggarai dan para peserta yang hadir dalam pelatihan selama 4 hari ini.
"Terima kasih untuk peserta dari keuskupan Ruteng dan Keuskupan Labuan Bajo, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, kesehatan dan desa yang telah memenuhi undangan panitia," ungkapnya.
Manager Wahana Visi Indonesia Cluster Manggarai Ignatius Anggoro Suryo mengungkapkan kegiatan Training of Facilitator (TOF) ini merupakan inisiatif dari berbagai pihak karena banyak kegiatan tidak memberikan intervensi terhadap anak disabilitas apalagi anak disabilitas di desa dan kampung. "Kegiatan ini untuk bisa memfasilitasi mentor atau orangtua di tingkat desa dan kampung," ujar Anggoro.
Anggoro juga menyampaikan apresiasinya kepada Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng, Komisi Pastoral Anak dan Karitas Keuskupan Ruteng, para peserta dari keuskupan Ruteng dan Labuan Bajo, peserta dari instansi pemerintah, sekolah dan desa.
Sementara Komisi Pastoral Anak dan Karitas Keuskupan Ruteng, RD Benediktus Gaguk akrab disapa Romo Beben mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak spesial dan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus juga merupakan keluarga spesial. Karena itu ketika kita melayani anak berkebutuhan khusus, seolah-olah kita melihat derita Tuhan kita Yesus Kristus.
Perlakuan dan perhatian kita berbeda ketika kita melayani orang atau Anak Berkebutuhan Khusus. Mari berhenti sejenak untuk melihat ada orang yang sedang menderita. Ditengah kesibukan kita, janganlah berhenti untuk melayani orang yang berkebutuhan khusus. Kita diminta untuk bergerak membantu saudara kita yang disabilitas. Orang disabilitas memiliki martabat dan derajat yang sama dengan orang normal lainnya.
Jadikan diri kita, menjadi orang ringan tangan membantu orang berkebutuhan khusus. Tanyakan apa yang dibutuhkan orang berkebutuhan khusus itu. Lalu memperkuat kapasitas orang berkebutuhan khusus agar mereka dapat mengambil bagian dalam perkembangan gereja.
Romo Beben juga menyinggung tentang spritualitas disabilitas dimana kita berani mendengar apa yang dibutuhkan orang yang berkebutuhan khusus.
Spritualitas kehadiran dimana kita dapat hadir dan siap melayani Anak Berkebutuhan Khusus.
Spiritualitas inklusi dimana kita tidak membedakan orang berkebutuhan khusus dengan orang lain.
Spiritualitas berpartisipasi dimana orang berkebutuhan khusus itu dapat berpartisipasi dimana mereka berada.
Menyempurnakan paparannya Romo Beben menyitir Injil Mrk. 10.46-52 tentang Yesus menyembuhkan Bartimeus.
Menyempurnakan pelatihan ini, panitia menghadirkan fasilitator handal dari Kampus Politeknik Bentara Citra Bangsa, Jakarta, Bunga Tiku Masakke Kobong, dosen Bimbingan Konseling dan Kurnia Mega, dosen Prodi Pendidikan Inklusi.
Pelatihan yang bertujuan agar peserta dapat membantu orangtua Anak Berkebutuhan Khusus dengan mendampingi dan merawat anak difabel di dalam keluarga dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai paroki wilayah Keuskupan Ruteng, Keuskupan Labuan Bajo, instansi pemerintah, sekolah dan desa. (****)




Posting Komentar untuk "Perkuat Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus, Keuskupan Ruteng Gandeng WVI Cluster Manggarai Gelar Training of Facilitator "