Reduce bounce ratesindo Ngarantek Sawa Bahu 2026 di Kecamatan Lumar Resmi di Buka Oleh Bupati Bengkayang. - Indometro Media
banner image

Ngarantek Sawa Bahu 2026 di Kecamatan Lumar Resmi di Buka Oleh Bupati Bengkayang.


Indometro.id - Bengkayang

Ngarantek Sawa Bahu merupakan salah satu kegiatan tradisi adat budaya suku Dayak sub Dayak bekati. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahunnya di bulan Juni. Pada tanggal 09 - 10 Juni dilaksanakan tradisi budaya  ngarantek Sawa ke X di Ramin bantang, kecamatan Lumar, kabupaten Bengkayang, provinsi Kalbar. Ditanggal 09 ivent tersebut dibuka oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E, M.M. ( 10.00 - Selesai ).


Turut hadir wakil bupati Bengkayang Drs. Syamsul Rizal, ketua DPRD Bengkayang Debit, S.H, Bupati Bengkayang ke dua Suryaman Gidot, S.Pd, M.Pd, wakil ketua DAD kabupaten Bengkayang, Kapolres Bengkayang / mewakili, Dandim 1209 Bengkayang/ mewakili, Kejari Bengkayang / mewakili, ketua Bengkayang/ mewakili, para pimpinan ormas sekabupaten Bengkayang dan tamu undangan lainnya.


Ketua panitia Philipus, S.Pd pada sambutannya melaporkan bahwa pada  ivent ngarantek Sawa Padi Bahu terdapat beberapa sub kegiatan didalamnya, yaitu kegiatan misa syukur hasil panen pada tanggal 8 Juni, pembukaan seremonial ivent pada tanggal 09 Juni, perlombaan rakyat pada tanggal 10 Juni, dan terakhir kegiatan seminar kebudayaan dari 3 Nara sumber, yaitu dari aliansi masyarakat adat Nusantara, dewan presedium kehutanan nasional dan dari kepala benua Lumar. Pembiayaan  ivent bersumber dari para donatur dan sponsor yang mendukung ivent ini." Ucapnya.


Perayaan ngarantek Sawa bahu ini ikut berpatisipasi dari 5 desa sekecamatan Lumar ( Desa Tiga berkat, Magmagan karya, Siren serimbo, Belimbing, dan desa Lamolda ), puskesmas Lumar, SMAN 1 Lumar, pada saat perlombaan rakyat." Jelas Philipus.


Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis kepada awak media menyampaikan

" Sesuai dengan thema ngarantek Sawa Bahu tahun 2026  " Semangat! Aweh ite Ba Uma ", artinya semangat untuk bercocok tanam. Ivent ini dilakukan juga menjadi ajakan kepada masyarakat agar budaya bercocok tanam ini jangan ditinggalkan.


" Selain itu agar dapat memperluas lahan tanam untuk pengembangan adil menjadi sumber swasembada pangan di Bengkayang. Tentunya lahan lahan tidur dikabupaten Bengkayang wajib dikelola, terutama untuk pangan. Diminta kepada dinas pertanian kepada masyarakat agar PPL agar bergerak melatih masyarakat agar bercocok tanam lebih moderen yang dibantu oleh Dewan adat Dayak.


Diharapkan juga dinas pangan kabupaten maupun provinsi agar membantu petani atau mendorong  masyarakat agar bercocok tanam dan meningkatkan hasil produksi bercocok tanam masyarakat. Pada tahun lalu luas lahan yang sudah tertanam mencapai 19.000 hektar dan hasil produksi tanaman mencapai 65.000 ton, diupayakan kedepan jumlah lahan 50.000 hektar dan hasil produksi 100.00 ton khusus tanaman pangan." Jelas Darwis.


Sebagai kepala Benua Lumar Esidorus, S.P, M.P memberikan penjelasan terkait ivent ngarantek sawak 2026


" Ngarantek Sawa bahu artinya memasuki masa tanam yang baru untuk periode 2026 - 2027. Kalau bicara tentang ivent kebudayaan budaya masyarakat suku dayak tidak lepas dari pertanian. Kalau bicara pertanian ada istilah hulu dan hilir, hulu  itu adalah Budi daya pertanian. Mulai dari persiapan lahan, penanaman sampai perawatan. Hilirnya adalah pasca panen. Budaya budaya yang banyak diangkat di masyarakat Bengkayang kebanyakan didaerah hilir atau pasca panen, seperti pesta panen baru, naik dango, maka Dio,  sampai ke barape Sawa atau tutup tahun masa panen.


Dibenua Lumar sendiri tertarik mengangkat budaya Dayak yang banyak kaitan dengan pertanian di daera Hulunya, yaitu daerah budidaya. Justru disinilah yang paling strategis dan banyak dijumpai persoalan persoalan, seperti penyempitan areal pertanian, terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian pangan menjadi perkebunan dan sebagainya, perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen, menurunnya minat petani milenial, yang paling krusial adalah menurunnya produktivitas dan produksi pertanian. 


Event budaya ini bisa dikatan gerakan secara serentak yaitu pola tanam serentak. Pola tanam serentak untuk meningkatkan hasil produksi maka dengan dua hal, yai itu intesidikasi atau memaximalkan potensi lahan yang sudah ada sebaik mungkin dan kedua dengan ekstensifikasi atau penambahan arek pertanian. Tidak ada kegiatan budaya Dayak lainnya terkait pertanian seperti Barape Sawa kalau tidak kegiatan ngarantek Sawa bahu. 


Daerah hulu inilah yang harus diperkuat, oleh karena itu juga perlu adanya perhatian dan keterlibatan dari pemerintah daerah. Pada moment ivent ngarantek Sawa bahu 2026 secara simbolis Bupati Bengkayang menyerahkan seperti Bae ( parang ) untuk membuka lahan, tugal untuk alat menanam benih tanaman dan benih benih yang akan ditanam.


Lanjut Esidorus mengatakan cara strategis untuk membangkitkan kesadaran bercocok tanam khususnya tanaman pangan kepada generasi milenial ya itu dengan pendekatan adat dan budaya. Masyarakat adat  lebih percaya dengan konsep ada dan budaya, seperti dengan melaksanakan ritual ritual adat yang ada, yang kedua ya itu dengan melaksanakan seminar kebudayaan  kepada generasi milenial dengan tujuan membangkit kesadaran kolektif terkait budaya bercocok tanam dari individu ke individu. " Jelas esidorus.


Sebagai tamu undangan sekaligus salah satu donatur event ngarantek Sawa bahu 2026 pimpinan PT. PML Lumar  Ari idayat iban mengatakan


" Apresiasi yang sebesar besar nya terhadap event budaya ngarantek Sawa bahu 2026 ini. Ini merupakan kegiatan sosial yang sangat bagus untuk membangkitkan semangat masyarakat Dayak untuk bercocok tanam khususnya tanaman pangan.


 " Perusahaan PT PML pastinya berkomitmen mendukung kegiatan budaya seperti ini. Karna hal itu bagian dari visi dan misi perusahaan demi meningkatkan perekonomian masyarakat. Dukungan yang diberikan melalui pemberian CSR sebagai bentuk komitmen perusahaan mendukung kemajuan daerah sekitar dan kegiatan kegiatan sosial daerah sekitar seperti ngarantek Sawa ini.


" Lanjut bapak yang akrab di panggil pak IBAN ini mengatakan Saya bangga sebagai orang yang bersyukur Dayak, dan memiliki tradisi budaya seperti ini. Kepada generasi milenial jangan malu melaksanakan budaya bercocok tanam khususnya tanaman pangan yang telah diwariskan leluhur kita. Karna hal itu juga dapat menunjang masa depan kita dibidang pangan." Tutup nya.


Pada kegiatan seremonial Ngarantek Sawa bahu 2026 benua Lumar langsung dibuka oleh bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E, M.M.

Posting Komentar untuk "Ngarantek Sawa Bahu 2026 di Kecamatan Lumar Resmi di Buka Oleh Bupati Bengkayang."

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?