indometro.id - Bengkayang
Salah satu tradisi budaya adat Dayak sub Dayak Bekati yang bernama Nikah nyabak Sejarik dilaksanakan oleh kepala benua Sejarik Timotius taim, S.H. kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai Ucapan syukur kepada Jubata ( Tuhan Yang Maha kuasa ) atas pernikahan ketiga anaknya yaitu Herdimi taim putra pasangan Ria baluari, S.Pd, Hermi taim putra pasangan Rosalianti, dan Herwan taim putra pasangannya Yuni yasmita. Acara tersebut dilaksanakan di rumah kediaman bapak Timotius taim di dusun Baya, desa Rodaya, kecamatan Ledo, kabupaten Bengkayang. 27 Juni 2026, 07.00 - selesai.
Timotius taim menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu tradisi adat suku Dayak sub Dayak bekatik, yang disebut Nikah adat nyabak Sejarik. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menikahkan ke tiga anak anak saya secara adat Dayak bekatik.
" Pada kegiatan nikah Adat nyabak Sejarik dilaksanakan beberapa prosesi ritual adat. Yang pertama ritual adat nyabak Nyabakah sebagai pembuka untuk mengawali ritual adat berikutnya pada tanggal 26 juni 2026 pukul 17.00 dengan bahan satu ekor Anjing diekskusi dengan cara di pancong dan satu ekor ayam disembelih sebagai bahan ritual awal.
" Yang kedua membuat ritual di tempayan beras bahan ritual satu ekor ayam di sembelih, satu ekor babi di ekskusi dengan cara di tusuk di bagian kanan babi, sebagai bahan ritual. Hari kedua tanggal 27 Juni 2026
harinya pada pukul 05.00 dilaksanakan ritual adat nyabak bararah dengan tujuan sebagai pemberitahuan atau undangan kepada Jubata, lelulur dan orang orang sekitar agar turut menghadiri pesta pernikahan. Berikut nyabak Sawak ( ganti tahun ) Acara ini dengan bahan kurban satu ekor babi dan satu ayam. Acara tersebut pada pagi hari jam 07.00 wiba..
" Juga di laksanakan nikah adat nyabak ketiga putra kami, dilaksanakan ritual adat pada jam 09.00 wiba dengan duduk bersanding di pangok ( Dio adat ).
Lanjut dilaksanakan acara adat nyabak di dangau padi disebut naik dangau ( bakati makadio) acara ini dengan bahan kurban satu ekor ayam di sembelih dan satu ekor babi dengan cara di tusuk di katiak bagian kanan babi pada jam 10.15 wiba. Nyabak darah ayam dan darah babi di pakai bahan kurban yang mentah.
" Pada ritual Adat ini dipanjatkan doa yang terbaik kepada Jubata dan leluhur untuk pasangan pasangan yang menikah. Pada pukul 09.00 dilaksanakan ritual adat di Tempat sambik malam hari, ritual di tempatan beras pada malam hari, adat bararah pada dini hari, adat nyabak Sawak pada pagi hari di ruang sambik ( ruang tamu ) dan di Pangok ( Dio adat ), kemudian adat nyabak pada Dio pade ( naik dangau ) di dangau padi.
" Berikutnya akan dilaksanakan ritual adat membagi hati kepada Jubata dan kepada sesama dalam bentuk roh. Yang terakhir ritual adat nyabak matat hari dan apok ( adat nyabata makan masak ). Menjelang sore di laksanakan adat nyabak nyakat Sanggah pada sukat bara dan sukat pangambuk ( adat melihat hasil pemberian nyabata kepada ajatan pelaku adat yang di laksanakan. melihat hasil dari usaha ritual yang dilakukan sebelumnya dari Jubata dan leluhur dengan sebuah tanda tanda yang diberikan. Acara terakhir pada tanggal 27.06.2026 pukul 11 dilaksanakan makan bersama undangan yang diundang sebanyak 1200 orang atau yang disebut man sonsook. Tujuan utama Segala ritual yang dilakukan untuk memanjatkan doa minta berkat ke Jubata dan leluhur serta sesama . " Jelas Timotius taim,S.H
Sebagai pelaksana ritual yaitu bapak Timotius taim SH, Napis, Ajun,Marudin,Muri dan Tinus,Nuang ( sebagai pematek ) benua Sejarik,
" Sebagai aktifis adat saya berpesan kepada masyarakat adat Dayak khususnya kepada generasi muda,jangan melupakan atau mengabaikan adat budaya yang sudah diwariskan oleh para leluhur kit. " Tutup kepala benua Sejarik.






Posting Komentar untuk "Kepala Benua Sejarik Buat Acara Adat Dayak Bekati, Syukuran Pernikahan Anak."