Reduce bounce ratesindo Catut Nama Media, Diduga Murni Peras Pemilik Alat Pelaku PETI Rp. 500.000/ Unit - Indometro Media
banner image

Catut Nama Media, Diduga Murni Peras Pemilik Alat Pelaku PETI Rp. 500.000/ Unit

 


Indometro.id // Merangin. Dugaan prakteng pungli dan pemerasan terhadap pengusaha alat berat yang diduga bermain PETI di wilayah Desa Talentam, Tabir Barat, Merangin yang mengatas namakan Media// Wartawan Kini semakin terang - menerangn.


Dari beberapa sumber yang dapat di percaya yang di temui oleh awak media ini mengatakan praktek pungli dan pemerasan yang mengatas namakan Media ini sudah berjalan bertahun-tahun di desa Talentam. 


Masyarakat bernama Murni, Warga Talentam, kecamatan Tabir barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Diduga menjadi dalam utama dalam mencatut mengatas nama untuk media meminta Uang kepada alat berat PETI yang beroperasi di wilayah Desa Talentam.


Besarannuang mengatas namakan untuk media Sebasar RP. 500.000/ unit perbulan bagi alat berat  yang bekerja di wilayah Desa Talentam. Berdasarkan sumber terpercaya alat berat yang beroperasi di wilayah desa Talentam kurang lebih 30 unit saat ini, ni sudah sedikit sebelum puasa kemaren alat yang bekerja di wilayah desa Talentamencapai 70 unit. Saat ini alat sudah banyak pindah karena lokasi sudah habis. 


" Saat ini kurang lebih 30 unit alat yang masih bekerja di wilayah Desa Talentam, sebelum lebaran kemaren mungkin mencapai 70 unit"


DaDari hasil pencatutan tersebut beberapa awak media yang berdomisili di wilayah desa Talentam tidak ada mendapat uang pecikan dari hasil pembayaran dari pelaku PETI tersebut.


" Kami orang media yang berdomisili di desa ini selama ini ga ada dapat" tutup sumber mengatakan pada awak media ini.



Sumber yang dapat di percaya lainya ( Pelaku PETI) mengatakan dengan gemlang pada awak media ini, kami sudah satu tahun kerja di sini, setiap bulan kami selalu setor untuk kawan-kawan media Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah) setiap bulan. Uang tersebut kami serahkan kepada murni CS ungkap sumber. 


"Kami sudah hampir satu tahun kerja di sini setiap bulan kami rutin mebayaran untuk Media Rp. 500 ribu setiap bulanya melalui Murni CS"


Murni saat di compirmasi oleh awak media ini mengatakan membantah menerima uang tersebut namun di balik itu murni mengakui mana yang datang kerumah kami kasih ucapnya. Secara tidak langsung murni membenarkan menerima uang RP. 500.000 untuk media.


" Tidak ada saya menerima uang dari pelaku PETI bang, apo nian lah Sayo ni, namun kalau ada media datang kerumah Sayo kasih "


Dapat diduga belasan juta bahkan puluhan juta uang panah yang di atas namakan media berputar setiap bulan di desa Talentam, namun awak media yang berdomisili di wilayah tabir barat tidak merasakan panasnya uang tersebut sehingga sudah sepatutnya pencatutan ini masuk keranah hukum sehingga terang menerang. 


Dugaan aksi pencatutan yang di lakukan Murni memicu kemarahan awak Media Indometro.id, Mulyadi mengecam keras tindakan tersebut sebagai bentuk premanisme berkedok jurnalistik yang mencoreng marwah masyarakat dan profesi pers.


“Ini pelanggaran hukum dan Kode Etik Jurnalistik. Mencatut nama media untuk keuntungan pribadi adalah penyalahgunaan identitas berbahaya. Jika ada unsur pemerasan, ini sudah ranah pidana,” tegas Mulyadi.


Dalam waktu dekat awak media ini juga akan berkordinasi bersama rekan media yang berdomisili di wilayah tabir barat dan akan berkordinasi dan diskusi bersama organisasi wartawan yang ada di kabupaten Merangin untuk menyelesaikan masalah ini sehingga pencatutan nama media untuk kepentingan pribadi tidak dapat di benarkan.


Penulis: Mulyadi



Posting Komentar untuk "Catut Nama Media, Diduga Murni Peras Pemilik Alat Pelaku PETI Rp. 500.000/ Unit"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?