Reduce bounce ratesindo Guru dan Pengawas Sekolah Ikuti Diskusi Penulisan Buku Bersama Kadisdik Aceh dan Erlangga - Indometro Media
banner image

Guru dan Pengawas Sekolah Ikuti Diskusi Penulisan Buku Bersama Kadisdik Aceh dan Erlangga


Banda Aceh. Indometro. Id - 
Ratusan guru dan pengawas sekolah dari seluruh Aceh, khususnya para penggiat literasi, mengikuti diskusi virtual melalui Zoom, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan ini tidak sekadar membahas literasi, tetapi juga mengupas secara komprehensif motivasi menulis buku, proses penerbitan, hingga mekanisme perolehan royalti dari penerbit.

Diskusi yang mempertemukan para penulis dan calon penulis tersebut dipandu oleh dua moderator, Yarmen Dinamika dan Syamsul Bahri, yang mengarahkan jalannya dialog secara dinamis dan terstruktur.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalaluddin S.Pd., MSP serta perwakilan Penerbit Erlangga, Safriadi dan Indri.

Dalam pemaparannya, Murthala menegaskan bahwa guru Aceh tidak cukup hanya mengajar secara verbal di ruang kelas, tetapi harus mampu mentransformasikan pengetahuan melalui karya tulis yang berkelanjutan.

“Guru tidak hanya mentransfer ilmu secara lisan, tetapi juga melalui buku yang ditulisnya. Inilah bentuk pengabdian intelektual yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Aceh berkomitmen mendorong dan memfasilitasi guru agar aktif menulis dan menerbitkan buku. 

Program ini, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi di lingkungan pendidikan.

“Tahun ini, Dinas Pendidikan Aceh secara resmi akan menerbitkan buku-buku karya guru bekerja sama dengan Penerbit Erlangga,” tegasnya.

Murthalaluddin menjelaskan, setiap naskah yang diajukan guru akan melalui proses kurasi ketat. Naskah yang memenuhi standar kualitas akan diterbitkan secara profesional oleh Erlangga.

“Setelah diterbitkan, buku tersebut akan dibeli oleh Dinas Pendidikan Aceh dan didistribusikan ke perpustakaan sekolah,” jelasnya.

Program ini mendapat apresiasi luas dari peserta. Salah seorang peserta menyebut inisiatif tersebut sebagai langkah progresif yang patut dibanggakan dan diapresiasi.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan intelektual. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran melalui buku,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Penerbit Erlangga, Indri, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerbitkan karya guru, baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi, dengan standar penerbitan profesional.

Dalam kesempatan itu, juga dilaksanakan dialog yang masing-masing peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan, usul dan apresiasi kepada narasumber.

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya guru Aceh yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi penguatan literasi di daerah.


Posting Komentar untuk "Guru dan Pengawas Sekolah Ikuti Diskusi Penulisan Buku Bersama Kadisdik Aceh dan Erlangga"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?