Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memimpin langsung penertiban dan sosialisasi penataan PKL di inti kota pada Selasa malam (31/3/2026). Ia menegaskan penataan bukan melarang berjualan, tapi mengatur agar kota lebih tertib, bersih, dan bebas macet. Penertiban akan dilakukan bertahap dan humanis dengan relokasi, serta butuh dukungan masyarakat dan konsistensi petugas di lapangan.
TANJUNGBALAI, Indometro.id –
Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama tim terpadu menggelar penertiban dan sosialisasi penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan inti kota pada Selasa (31/03/2026) malam. Langkah ini diambil untuk menciptakan wajah kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina serta pimpinan OPD terkait. Apel menjadi penanda dimulainya penataan yang akan dilakukan secara bertahap dan humanis.
Dalam arahannya di hadapan tim gabungan, Wali Kota menegaskan bahwa penertiban ini merupakan keinginan bersama untuk menata seluruh PKL yang beraktivitas di sekitar inti kota.
“Penertiban ini merupakan bagian dari keinginan kita bersama untuk menata seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang menjalankan aktivitasnya di sekitaran inti Kota agar menciptakan lingkungan Kota yang lebih bersih, rapi, indah dan nyaman,” ujar Wali Kota Mahyaruddin Salim.
Ia menekankan, Pemko Tanjungbalai tidak melarang PKL berjualan, melainkan mengatur agar aktivitas ekonomi tetap berjalan sesuai aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Pemerintah Kota tidak melarang Pedagang Kaki Lima untuk berjualan tetapi kita atur sebaik-baiknya sesuai dengan regulasinya berdasarkan aturan perundang-undangan supaya ini lebih tertib dan kesan yang terlihat juga memperlihatkan wajah Tanjungbalai ini lebih baik, intinya kita ingin benahi dan atur lebih tertata,” tegasnya.
Wali Kota juga menyinggung soal dampak kemacetan yang sering terjadi akibat PKL yang menempati badan jalan di kawasan inti kota. Menurutnya, jika dibiarkan, masyarakat akan menyalahkan pemerintah.
“Nanti kita atur sedemikian rupa semua PKL yang ada, mudah-mudahan masyarakat dapat mengerti dan menerima sehingga tidak terjadi kemacetan lagi karena nanti kalau terjadi kejadian bukan siapa-siapa yang akan dihujat tetapi saya selaku Wali Kota Tanjungbalai dalam hal ini dinilai tutup mata,” katanya.
Ia meminta kepala lingkungan berperan aktif mensosialisasikan program penataan ini kepada warga. Dukungan masyarakat dinilai penting agar program berjalan lancar.
“Saya mintakan kepada Kepala Lingkungan untuk mensosialisasikan kepada warganya agar memberitahukan kami sebagai pemimpin sedang berusaha untuk itu, tetapi kami juga berharap agar usaha ini didukung masyarakat untuk lebih peduli agar kota ini maju dan berkembang nantinya,” harap Mahyaruddin.
Lebih lanjut, Wali Kota menyebut penertiban ini bukan sekadar penertiban, melainkan langkah awal membangun fasilitas publik yang lebih baik.
“Ini bukan semata penertiban, tetapi langkah awal dalam pembangunan fasilitas publik yang lebih baik. Kami ingin menciptakan ruang kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penataan PKL adalah bentuk kecintaan terhadap Kota Tanjungbalai. Menurutnya, pengaturan ini bukan pengusiran, melainkan pengaturan agar semua aktivitas bisa berjalan berdampingan.
“Penataan PKL bukan bentuk pengusiran, melainkan pengaturan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan dan aktivitas lainnya dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Wali Kota mengingatkan pentingnya konsistensi petugas di lapangan. Ia tidak ingin pedagang kembali ke titik semula setelah ditertibkan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemko Tanjungbalai butuh dukungan, sinergitas dan kolaborasi seluruh pihak mendukung program ini,” tutupnya.
Usai apel, Wali Kota bersama rombongan langsung turun ke lapangan meninjau titik-titik yang menjadi fokus penertiban malam itu. Beberapa kawasan yang disasar antara lain Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Jalan Cokro Aminoto, dan Jalan Ahmad Yani.
Pemko memastikan penertiban akan dilakukan bertahap, disertai sosialisasi dan relokasi yang humanis agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah tanpa mengorbankan ketertiban kota. (Kabiro)




Posting Komentar untuk "Wali Kota Turun Malam Tata PKL Inti Kota"