Ruteng, NTT, Indometro.id — Bakal Calon Kepala Desa Cumbi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2026–2034, Mikael Urus menegaskan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan sinergitas seluruh masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Desa Cumbi yang maju, makmur dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Mikael Urus kepada wartawan di kediamannya di Cumbi pada Rabu, 13 Mei 2026. Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat berjalan hanya oleh pemerintah desa semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Sinergitas dan gotong royong merupakan dasar utama dalam memajukan masyarakat. Selain itu, dibutuhkan komunikasi yang humanis, penuh empati, serta dekat dengan masyarakat,” ujar Mikael.
Semangat kebersamaan itu juga tercermin dalam baliho-baliho yang telah terpasang di berbagai pelosok Desa Cumbi. Dalam baliho tersebut tertuang visi besar yang diusung Mikael Urus, yakni:
“Terwujudnya Desa Cumbi yang berdaulat, maju, mandiri, berdaya saing, berlandaskan etika dan kepribadian, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.”
Nilai persatuan dan solidaritas masyarakat juga diperkuat dengan ungkapan khas Manggarai:
“Nai Ca Anggit Tuka Ca Leleng, Cama-Cama Poe Nggari One, Cama-Cama Lewang Nggari Peang.”
Dengan tagline “Bersama Membangun Desa Cumbi yang Lebih Baik”, mantan kontraktor tersebut menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka, berpihak kepada masyarakat, dan fokus pada pembangunan berkelanjutan.
Usung Panca Program Desa Cumbi 2026–2034
Untuk mewujudkan visi tersebut, Mikael Urus menyiapkan lima agenda utama pembangunan atau Panca Program Desa Cumbi Periode 2026–2034, yakni:
1. Mewujudkan Desa Cumbi yang aman, tenteram, rukun, damai, dan tertib berdasarkan hukum serta peraturan yang berlaku.
2. Mendorong kemandirian ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, pendidikan, dan pemberdayaan potensi lokal.
3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju kondisi yang lebih maju, makmur, dan sejahtera.
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bermartabat, transparan, akuntabel, dan berdaya saing.
5. Membentuk masyarakat Desa Cumbi yang berkepribadian dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.
Selain itu, Mikael juga menetapkan lima pilar utama sebagai landasan kerja pemerintahannya nanti, yaitu:
1. Berdoa dan Bekerja (Ora et Labora)
2. Membuat perencanaan dan kerangka kerja
3. Fokus
4. Terukur
5. Tuntas.
Fokus pada Pelayanan, Ekonomi dan Infrastruktur
Dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik, Mikael berkomitmen menghadirkan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bebas pungutan liar. Ia juga berencana meningkatkan kualitas pelayanan administrasi agar lebih cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tak hanya itu, lembaga-lembaga desa seperti BPD, Karang Taruna, dan PKK akan diaktifkan sebagai mitra strategis pembangunan desa.
Pada sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Mikael menaruh perhatian besar pada pengembangan BUMDes, pembinaan UMKM, pertanian, dan peternakan berbasis potensi lokal guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara di bidang infrastruktur dan lingkungan, ia menargetkan pembangunan serta pemeliharaan jalan desa, irigasi, air bersih, dan penerangan warga. Penataan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah juga menjadi prioritas, termasuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh dusun dan wilayah RT/RW di Desa Cumbi.
Perhatikan Pendidikan, Budaya dan Keamanan
Dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, Mikael berkomitmen mendukung program wajib belajar 12 tahun serta menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi. Ia juga ingin meningkatkan layanan kesehatan melalui penguatan posyandu, puskesmas pembantu, serta program gizi ibu dan anak.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap warga kurang mampu juga menjadi perhatian dalam program kerjanya.
Di bidang budaya dan keamanan, Mikael bertekad melestarikan adat dan budaya lokal Desa Cumbi, termasuk merevitalisasi wisata budaya “Sosor Alo” yang menjadi kekhasan desa tersebut.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga serta memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling dan kerja sama dengan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.
“Pembangunan desa harus dilakukan bersama-sama. Jika masyarakat bersatu dan saling mendukung, maka Desa Cumbi akan menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat,” tutup Mikael Urus. (****)



Posting Komentar untuk "Bakal Cakades Cumbi Mikael Urus: Gotong Royong dan Kebersamaan Jadi Kunci Kemajuan Desa"