Polres Jayawijaya sedang menghadang massa dari dua kubu yang terlibat perang suku di Wamena ibukota provinsi Papua Pegunungan, Jumat ( 15/5/26 ).
Elelim Indometro.Id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yalimo secara tegas membantah berbagai pemberitaan di media daring, media sosial Facebook, Instagram, maupun TikTok yang menyebutkan adanya keterlibatan masyarakat Kabupaten Yalimo dalam peristiwa perang suku yang terjadi di Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRK Yalimo, Elia Yare, S.Sos., M.SM, dalam keterangan pers resmi, Jumat (15/5/2026).
Menurut Elia Yare, informasi yang beredar luas di ruang publik tersebut tidak berdasar, keliru, dan berpotensi menimbulkan keresahan serta persepsi buruk terhadap seluruh warga Yalimo. Ia menegaskan bahwa masyarakat Yalimo tidak ada kaitannya sama sekali dengan konflik yang sedang memanas di wilayah Wamena.
"Kami tegaskan dengan tegas: tuduhan atau kabar yang menyebutkan warga Yalimo ikut terlibat dalam peristiwa itu adalah tidak benar, fitnah, dan tidak memiliki dasar fakta apa pun. Kami sangat menyayangkan adanya penyebaran informasi keliru ini yang bisa merusak nama baik dan keharmonisan masyarakat kami," ujar Elia Yare dengan nada tegas.
Dalam pernyataannya, politisi ini juga menyampaikan imbauan penting khusus bagi seluruh warga masyarakat Yalimo yang saat ini berdomisili, bekerja, atau berada di wilayah Kota Wamena. Ia meminta agar mereka tetap waspada, tenang, menjauhi lokasi konflik, serta segera mengamankan diri dan keluarga ke tempat yang aman.
"Kami mengingatkan saudara-saudara kami yang ada di Wamena: tetaplah berhati-hati, jangan terprovokasi, hindari lokasi keributan, dan utamakan keselamatan diri. Jangan sampai ikut terseret ke dalam persoalan yang sama sekali bukan urusan kita," tambahnya.
Selain membantah dan mengimbau, DPRK bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo juga secara resmi meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera mengambil langkah-langkah tegas, nyata, dan jelas guna mengendalikan situasi, memulihkan keamanan, serta menyelesaikan akar masalah konflik yang terjadi.
Pihak legislatif dan eksekutif daerah ini berharap pemerintah provinsi bertindak cepat agar ketegangan tidak meluas dan tidak ada lagi korban maupun kerugian yang terjadi. DPRK Yalimo juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong atau informasi yang dapat memecah belah persatuan antar masyarakat di tanah Papua Pegunungan.
Di akhir keterangannya, Elia Yare kembali menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat Yalimo untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan, dan tidak terlibat dalam konflik antarkelompok mana pun, serta berharap situasi di Wamena segera kembali aman dan kondusif seperti sediakala.**($t).


Posting Komentar untuk "Ketua DPRK: Bantah Keras Isu Keterlibatan Warga Yalimo Dalam Perang Suku di Wamena "