Tebing Tinggi, Indometro.id -
Terkait penggunaan Dana Desa (DD) selama 4 tahun menjabat, Kepala Desa (Kades) Bahilang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai, Takdir Alamsyah Putra sulit dikonfirmasi dan dihubungi sehingga membuat publik bertanya tentang transparansi dari pemerintahan desa tersebut. Hal ini disampaikan Ketua DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kota Tebing Tinggi, Togi Saragih kepada awak media, Rabu (8/6/3026).
Transparansi pengelolaan Dana Desa menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik. Menurut Togi, dirinya sudah berkali kali ke kantor Desa Bahilang dengan niat ingin melakukan konfirmasi kepada Kades Takdir Alamsyah Putra namun sangat disayangkan tidak pernah bertemu.
"Saya ingin menanyakan terkait penggunaan dana desa selama menjabat kepala desa kurang lebih dalam 4 tahun ini.dan apa apa saja yang digunakan, sebab di lapangan tidak ada terlihat bangunan infrastruktur, tapi mungkin saja karena desa perkebunan pihak perusahaan tidak mengizinkan," urainya.
Sebagai pejabat publik, kepala desa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi penggunaan anggaran secara transparan kepada masyarakat. Terlebih, Dana Desa merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang ditujukan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Oleh karena itu, lanjut Togi, perlu adanya suatu konfirmasi agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana aliran DD tersebut digunakan.
"Bentuk pelatihan tidak ada dokumentasi terpajang di kantor, kalau pun ada kegiatan pastilah ada dokumentasi, tapi ini tidak ada terlihat ketika ditanya kepada perangkat desa juga tidak bersedia dikonfirmasi dengan alasan tidak ada wewenang memberikan keterangan," terang Togi.
Sementara kepada warga masyarakat sekitar, Togi sempat berbincang terkait kesejahteraan berupa bantuan sosial maupun tentang sikap pemerintah desa Bahilang terhadap masyarakat.
"Aku pribadi setiap hari jualan disini gak pernah aku nampak kades kami ini, jangan tanyalah tentang bantuan dan lain lain, kami tidak pernah merasakan, lihat aja kantor desa kami itu semak tak terurus, masak kantor desa kaya gitu seram sekali, kalo kami menilai lebih bagus dulu Kades Heri dimana kantor selalu bersih dan beliau sering masuk kantor orangnya baik kalo ini gak taulah abanglah yang menilainya," ungkap warga sekitar.
Selain daripada itu, kata Togi, tampak Bendera Merah Putih sebagai lambang negara yang terpasang di depan kantor desa sudah lusuh/rapuh dan koyak namun tetap dikibarkan.
"Tampak bendera tersebut sudah mulai koyak akibat lapuk dan masih dikibarkan, jelas Kades Bahilang ini tidak menghargai lambang negara," ucap Togi.
"Dalam waktu dekat ini saya akan melayangkan surat ke Kejari Sergai dan Unit Tipikor Polres Tebing Tinggi, Inspektorat bahkan sampai ke Bupati supaya terang benderang bagaimana kelakuan Kades Bahilang tersebut," tegas Togi mengakhiri.
.
(IY)



Posting Komentar untuk "Terkait Penggunaan Dana Desa, Kades Bahilang Sulit Dikonfirmasi "