Reduce bounce ratesindo SMI Sumbawa Desak Kapolres Segera Copot Kapolsek Sumbawa, Diduga Gagal Menjaga Kamtibmas - Indometro Media

SMI Sumbawa Desak Kapolres Segera Copot Kapolsek Sumbawa, Diduga Gagal Menjaga Kamtibmas

 

Sumbawa Besar, NTB, indometro.id, (Minggu 5 April 2026)Gelombang kritik keras menghantam institusi kepolisian di wilayah hukum Polsek Sumbawa. Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Sumbawa secara terbuka mendesak Kapolres Sumbawa untuk segera melakukan evaluasi total hingga mencopot Kapolsek Sumbawa, menyusul sejumlah persoalan serius yang dinilai mencederai kepercayaan publik.

‎Dalam wawancara eksklusif bersama awak media, Sabtu (4/4/2026) di kediamannya, Ketua SMI Cabang Sumbawa, Sirajuddin, yang akrab disapa Bul, angkat bicara dengan nada tegas dan penuh kekecewaan. 

‎Ia menyebut kondisi keamanan dan pelayanan aparat saat ini jauh dari harapan masyarakat.

‎“Kami melihat ada jurang lebar antara harapan publik dengan kinerja aparat yang loyo. Jika tidak mampu bekerja maksimal, lebih baik dievaluasi atau diganti. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas Bul.

‎Desakan ini dipicu oleh dua isu krusial yang tengah menjadi sorotan publik, isu viral terkait dugaan penimbunan ilegal BBM jenis solar di wilayah Kebayan, Kelurahan Brang Biji, menjadi perhatian serius. Aktivitas yang disebut telah berlangsung lama itu diduga dibekingi oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

‎SMI menyoroti pernyataan Kapolsek yang mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas ilegal tersebut. Bagi mereka, hal ini justru menunjukkan lemahnya pengawasan dan fungsi intelijen di lapangan.

‎“Tidak masuk akal jika praktik sebesar itu luput dari pantauan. Ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa sebenarnya di lapangan?” ujar Bul.

‎Keluhan warga Perumahan Green Hill, Desa Boak, terkait minimnya respons dari Bhabinkamtibmas setempat turut memperkeruh situasi. Aparat dinilai pasif dan gagal menjalankan fungsi pembinaan masyarakat secara optimal.

‎SMI menilai, lemahnya respons ini mencerminkan buruknya pelayanan di tingkat paling bawah yang seharusnya menjadi garda terdepan kepolisian. 

‎Bul juga menyinggung keras jargon Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang menurutnya kini hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata.

‎“Jangan sampai slogan ‘Polri untuk masyarakat’ justru berbalik menjadi ‘masyarakat untuk Polri’,” sindirnya tajam.

‎SMI menegaskan bahwa lemahnya pengawasan di wilayah Brang Biji hingga dugaan praktik ilegal bisa berlangsung lama merupakan “alarm keras” bagi institusi kepolisian.

‎Mereka meminta Kapolres Sumbawa tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas, adapun Tuntutan SMI mengevaluasi total kinerja jajaran Polsek Sumbawa, Transparansi atas dugaan keterlibatan oknum dalam penimbunan BBM, Peningkatan kualitas pelayanan dan respons aparat di tingkat bawah, Penegakan hukum tanpa tebang pilih. 

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Sumbawa belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan desakan tersebut. Sikap bungkam ini justru dinilai memperburuk citra kepolisian di mata publik.

‎SMI pun memperingatkan, jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, mereka akan menggelar aksi massa besar-besaran sebagai bentuk protes.

‎“Ini bukan sekadar kritik, ini peringatan. Jika tidak ada perubahan, kami akan turun ke jalan,” tegas Bul.

‎Situasi ini menjadi ujian serius bagi Kapolres Sumbawa dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan institusi Polri tetap berdiri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat bukan sebaliknya. (Fr)

Posting Komentar untuk "SMI Sumbawa Desak Kapolres Segera Copot Kapolsek Sumbawa, Diduga Gagal Menjaga Kamtibmas"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?