Dari Hulu ke Hilir: Jejak Kerusakan Hutan di Balik Banjir Tiga Desa
indometro.id |BALANTAK UTARA, KABUPATEN BANGGAI – Rabu, 01 April 2026 — Banjir yang merendam Desa Pangkalasean, Desa Pangkalasean Baru, dan Desa Batumandi di Kecamatan Balantak Utara menjadi perhatian serius. Selain dipicu curah hujan, kerusakan kawasan hutan di hulu Sungai Pangkalasean diduga turut memperparah kondisi tersebut.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian wilayah hulu dilaporkan mengalami penurunan tutupan vegetasi akibat aktivitas penebangan pohon. Kondisi ini berpotensi mengurangi daya serap tanah terhadap air, sehingga meningkatkan aliran permukaan (run-off) yang membawa material ke pemukiman warga.
Dampaknya, ketiga desa tersebut kerap terdampak banjir saat hujan dengan intensitas tinggi, yang mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian.
Di tengah situasi tersebut, Kepala Desa Pangkalasean bersama aparat desa turun langsung ke lokasi banjir untuk membantu warga terdampak, termasuk mengevakuasi serta menyelamatkan barang-barang milik masyarakat yang terkena banjir.
Sejumlah warga menduga adanya aktivitas penebangan liar di kawasan hulu yang telah berlangsung cukup lama. Namun demikian, hal ini masih memerlukan verifikasi dan penindakan lebih lanjut dari instansi berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret, baik melalui penanganan darurat, normalisasi aliran sungai, maupun upaya jangka panjang seperti rehabilitasi hutan serta pengawasan terhadap aktivitas di kawasan hulu.(Jurnalis Banggai)



Posting Komentar untuk "Balantak Utara Dikepung Banjir: Bencana Alam atau Dampak Kelalaian"