Sergai, Indometro.id -
Polres Serdang Bedagai (Sergai) menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) dalam rangka penanganan aksi unjuk rasa, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Sergai ini merupakan bagian dari kesiapan aparat menghadapi potensi gangguan keamanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Giat simulasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sergai, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., dengan Komandan Apel IPTU Pujian Tarigan. Kegiatan ini melibatkan berbagai satuan, mulai dari Dalmas awal, Dalmas lanjutan, Sat Lantas, Sat Intelkam, hingga peran massa yang diperagakan sebagai bagian dari skenario latihan.
Hadir juga dalam kegiatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sergai, di antaranya perwakilan Bupati Sergai melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat, perwakilan Dandim 0204/DS, Kejaksaan Negeri Sergai, serta sejumlah pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, dan tokoh masyarakat.
Pada simulasi tersebut, diperagakan skenario penanganan aksi unjuk rasa yang dilatarbelakangi sengketa lahan antara kelompok tani dan pihak perkebunan. Massa aksi digambarkan berkumpul di sejumlah titik strategis seperti kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Bupati, dan DPRD Sergai, sebelum akhirnya terpusat di depan gedung DPRD.
Pada tahap awal, situasi digambarkan masih kondusif (situasi hijau), di mana aparat kepolisian melalui tim negosiator dan Dalmas awal melakukan pendekatan persuasif kepada massa. Petugas juga memberikan imbauan agar aksi berjalan tertib dan damai.
Akan tetapi, situasi kemudian meningkat menjadi situasi kuning ketika massa mulai menunjukkan tindakan anarkis, seperti mendorong petugas dan melempar benda keras. Dalam kondisi tersebut, dilakukan pergantian dari Dalmas awal ke Dalmas lanjutan sesuai prosedur operasional standar.
Simulasi berlanjut ke situasi merah, di mana eskalasi konflik semakin memanas. Massa digambarkan melakukan pembakaran dan perusakan fasilitas umum. Aparat kepolisian kemudian mengambil langkah tegas dan terukur, termasuk penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa, dengan tetap mengedepankan prinsip humanis dan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Selain itu, diperagakan pula skenario lanjutan berupa aksi penjarahan di sebuah minimarket.
Tim patroli Sat Samapta yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penindakan terhadap pelaku, hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan.
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan simulasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa latihan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta kemampuan taktis dan teknis personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengamanan aksi unjuk rasa agar tetap berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda dan instansi terkait yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, seraya berharap sinergi antar lembaga terus terjaga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sergai.
Simulasi Sispam Kota ini telah dipersiapkan dalam kurun waktu selama satu minggu, sejak 23 April 2026, dan ditutup pada pukul 10.35 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
(IY)



Posting Komentar untuk "Antisipasi Aksi Unjuk Rasa Jelang May Day 2026, Polres Sergai Gelar Simulasi Sispam Kota"