Pringsewu, indometro.id – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah wilayah Kabupaten Pringsewu, muncul dugaan praktik penyalahgunaan solar subsidi yang dilakukan oleh oknum warga. Oknum tersebut diduga membeli solar dari SPBU Wates lalu menimbunnya dalam jerigen untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Informasi yang dihimpun wartawan pada Minggu (15/3/2026), praktik tersebut diduga dilakukan dengan cara membeli atau meminta solar di SPBU menggunakan kendaraan tertentu. Setelah itu, BBM bersubsidi tersebut dipindahkan ke dalam jerigen dan diperjualbelikan kembali secara bebas kepada masyarakat.
Aktivitas tersebut diduga terjadi di wilayah Pekon Tambakrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Solar yang diperoleh dari SPBU kemudian dijual kembali kepada pembeli dengan harga yang lebih mahal dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah.
Salah satu warga setempat berinisial SL mengaku sempat memperoleh beberapa jerigen solar dari SPBU pada Jumat (13/3/2026) pagi. Namun sebagian besar BBM tersebut disebut telah dipesan oleh pihak lain.
“Pagi ini dapat enam jerigen, tapi sudah dipesan orang. Sekarang tinggal satu setengah jerigen,” ujar SL saat ditemui wartawan.
Ia juga menyebutkan bahwa solar tersebut dijual dengan harga sekitar Rp290 ribu per jerigen dengan isi sekitar 34 liter.
“Harga jualnya Rp290 ribu per jerigen, isinya sekitar 34 liter,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan harga solar subsidi di SPBU yang saat ini sekitar Rp6.800 per liter sesuai ketentuan pemerintah, maka harga solar yang dijual kembali tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp8.500 per liter. Dari selisih harga tersebut, pelaku diduga dapat meraup keuntungan sekitar Rp60 ribu per jerigen.
Apabila penjualan dilakukan dalam jumlah banyak setiap hari, keuntungan yang diperoleh diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp1 juta per hari.
Praktik ini diduga turut memicu kelangkaan solar di sejumlah SPBU di wilayah Pringsewu. Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi, seperti sopir mobil ekspedisi dan kendaraan operasional lainnya, kesulitan mendapatkan solar untuk menunjang pekerjaan mereka.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut. Mereka meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap oknum yang diduga melakukan praktik penjualan solar tanpa izin.
“Masyarakat berharap aparat bertindak tegas terhadap oknum yang nakal dan tidak menutup mata terhadap praktik yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU setempat serta aparat terkait guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Masyarakat berharap distribusi BBM bersubsidi dapat diawasi lebih ketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.(*)


Posting Komentar untuk "Ada Penimbunan Solar Subsidi, Warga Tambakrejo Barat Jual Kembali Rp290 Ribu per Jerigen"