Banda Aceh. Indometro. Id - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Koordinator Bidang Pendidikan melaksanakan "Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi" untuk ketahanan bencana alam resmi diluncurkan di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) beberapa hari lalu.
Peluncuran konsorsium ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (RKM RPTNI).
Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) UNESA, Prof Mutimmatul Faidah kepada media ini, Selasa (3/2/2026) mengatakan, peluncuran konsorsium tersebut menandai komitmen bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
Tujuannya, untuk memperkuat peran akademik, riset, dan pengabdian masyarakat dalam membangun sistem ketahanan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kata Prof Mutim, sebagai landasan operasional, konsorsium membentuk sejumlah kelompok kerja (pokja) yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program lintas sektor
Prof Mutim meyebutkan, pokja tersebut meliputi geospasial, kesehatan dan psikososial, pendidikan dan literasi kebencanaan, perumahan serta permukiman, infrastruktur, rehabilitasi hutan dan lahan.
Kemudian, pertanian dan ketahanan pangan, pemulihan ekonomi, sosial, olahraga, seni dan budaya, manajemen resiko dan kebencanaan, regulasi serya hukum, tata ruang, sekretariat dan humas.
Ia menjelaskan, pembagian pokja ini memungkinkan setiap Perguruan Tinggi berkontribusi sesuai dengan kekuatan keilmuan dan pengalaman masing-masing, sehingga kerja konsorsium dapat berjalan sinergis dan tidak parsial.
Prof Mutim menyampaikan, UNESA Koordinator Pokja Pendidikan UNESA dipercaya sebagai Koordinator Pokja Pendidikan dan Literasi Kebencanaan.
Peran ini ungkapnya, menegaskan posisi UNESA sebagai penggerak pengarusutamaan pendidikan dalam seluruh siklus kebencanaan mulai dari siaga bencana, tanggap bencana, hingga recovery dan rehabilitasi.
Lebih lanjut Prof Mutim menuturkan, sebagai koordinator, UNESA bertugas mengoordinasikan rencana aksi, pengembangan kebijakan pendidikan, dan implementasi pendidikan adaptif bencana yang ramah dan kontekstual.
"Pada fase tanggap bencana, fokus diarahkan pada penguatan literasi dan numerasi dasar, integrasi psikososial, kesehatan dan keselamaatn diri, pembelajaran adaptif, serta peningkatan kapasitas guru, dan komunitas pendidikan di wilayah rawan bencana," kata Prof Mutim.
Dikatakannya, selain mengoordinatori Pokja Pendidikan, UNESA juga berperan aktif sebagai anggota lintas pokja yaitu, Pokja Pertanian, Ketahanan Pangan, Regulasi dan Hukum, Pemulihan Ekonomi, Sosial, Olahraga, Seni, dan Budaya, Pokja Kesehatan dan Psikososial dan Pokja Humas.
Prof Mutim menyampaikan, keterlibatan lintas sektor ini memperkuat posisi UNESA dalam menjembatani isu pendidikan dengan ketahanan pangan, pemulihan sosial-ekonomi, kesehatan mental, regulasi, serta strategi komunikasi kebencanaan.
Ditegaskannya, dalam konsorsium tersebut, bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam situasi kebencanaan.
“Pendidikan tidak harus menunggu situasi benar-benar pulih. Di tengah bencana, pendidikan justru menjadi fondasi pemulihan, menghadirkan kembali rasa aman, membangkitkan semangat, dan menjaga harapan anak-anak untuk meraih masa depan,” tandasnya.
Ia menambahkan, melalui pendampingan sekolah terdampak, pelatihan guru, serta penyediaan media dan bahan ajar adaptif, ruang belajar dapat tetap hidup meski dalam keterbatasan.
"Pembelajaran adaptif tanggap bencana menjadi penanda bahwa proses belajar dan upaya menggapai hari esok harus terus berjalan," tutup Prof Mutim.(*)




Posting Komentar untuk "Konsorsium Nasional Ketahanan Bencana Diluncurkan, UNESA Koordinator Pendidikan"