indometro.id | BANGGAI, Balantak Utara, Pangkalaseang – Supargo Nasaru, salah satu guru di SMK Negeri 1 Balantak, angkat suara mengenai kondisi jalan menuju sekolah pasca pembangunan riol yang sedang berlangsung. Setelah proyek tersebut selesai, tanah hasil galian dibiarkan berserakan dan menutupi hampir seluruh bagian jalan. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan menjadi perhatian utama karena berisiko tinggi terhadap keselamatan para siswa-siswi yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
"Keadaan ini sangat membahayakan, apalagi saat musim hujan. Tanah yang berserakan tidak hanya menghalangi jalan, tetapi juga bisa membuat jalan menjadi licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi siswa kami," ujar Supargo Nasaru. Ia menambahkan, tanah yang menutupi jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan siswa, tetapi juga menghambat akses mereka menuju sekolah, yang bisa memperlambat proses belajar mengajar.
Selain itu, masyarakat setempat juga merasa khawatir dengan kondisi jalan yang kini sulit dilalui, terutama bagi siswa yang mengendarai sepeda motor atau berjalan kaki. Mereka berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk membersihkan tanah tersebut dan melakukan perbaikan yang diperlukan agar akses menuju sekolah kembali aman dan lancar.
"Pihak terkait harus segera turun tangan, membersihkan sisa tanah yang berserakan, dan memastikan jalan tersebut dapat digunakan dengan baik. Jangan sampai masalah ini terus dibiarkan, karena keselamatan siswa adalah yang utama," tegasnya.
Pihak sekolah bersama masyarakat berharap agar perbaikan segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu dan para siswa dapat bersekolah dengan aman. Pihak berwenang diharapkan dapat segera merespons keluhan ini untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan di lingkungan sekitar.



Posting Komentar untuk "Guru SMK Negeri 1 Balantak Soroti Pembangunan Riol yang Menghambat Akses Siswa"