Reduce bounce ratesindo Polemik Ijazah Palsu Joko Widodo - Indometro Media

Polemik Ijazah Palsu Joko Widodo

BEKASI INDOMETRO id

Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rocky Gerung Terkait Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Minta Dukungan Masyarakat


Rocky Gerung dijadwalkan diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada Selasa, 27 Januari 2026, sebagai saksi ahli dalam kasus ijazah Mantan Presiden Joko Widodo. Rocky menjadi saksi ahli untuk Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia (RRT).


Rismon Sianipar mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada Rocky melalui media sosial. “AYO BERSAMA PEMERIKSAAN ROCKY GERUNG DALAM KASUS IJAZAH PALSU JOKOWI,” tulisnya, Senin (26/1/2026).


Dokter Tifa sebelumnya menjelaskan bahwa ahli untuk tim RRT terdiri dari para profesor ternama dari universitas di Indonesia dan luar negeri. Beberapa di antaranya adalah:


- Profesor Henry Subiakto (Universitas Airlangga), pakar Komunikasi dan Teknologi Informasi.

- Profesor Zaenal Muttaqien, PhD (Universitas Diponegoro), pakar Bedah Saraf dan Neuroscience yang menilai pola perilaku Jokowi berdasarkan pendekatan neuroscience.

- Profesor Tono Saksono (alumni UGM, USA, dan UK), yang mengkaji ilmu Neuropolitika menggunakan data digital dan metodologi “Assessment at Distance”.


Selain tiga profesor tersebut, Dokter Tifa menyebut masih ada sekitar 17 ahli lain yang siap memberikan kesaksian di Polda untuk mendukung penelitian mereka.


Sebelumnya, RRT mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada 21 Januari 2026.


Mereka menilai tindakan kepolisian, termasuk penetapan tersangka, pencekalan keluar negeri, dan kewajiban lapor diri, sebagai pelanggaran HAM berat.


Roy Suryo menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan timnya merupakan upaya resmi untuk menguji keaslian ijazah sarjana UGM milik Jokowi atas permintaan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).


“Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, kami seharusnya tidak bisa ditersangkakan

Posting Komentar untuk "Polemik Ijazah Palsu Joko Widodo "

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?