Reduce bounce ratesindo Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Sebuntal Terancam Terisolasi ETH Kaltim Desak Kades dan DPRD Marangkayu Segera Bertindak - Indometro Media

Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Sebuntal Terancam Terisolasi ETH Kaltim Desak Kades dan DPRD Marangkayu Segera Bertindak

 Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Sebuntal Terancam Terisolasi — ETH Kaltim Desak Kades dan DPRD Marangkayu Segera Bertindak



Kutai Kartanegara _ Marangkayu Kondisi sebuah jembatan penghubung pemukiman warga di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini berada dalam keadaan sangat kritis dan membahayakan keselamatan warga.

Jembatan yang menjadi satu-satunya akses utama keluar-masuk kampung itu dilaporkan nyaris ambruk dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat.

Berdasarkan keterangan warga setempat, struktur utama jembatan, khususnya kayu bundar penyangga di bagian bawah, sudah patah, sementara lantai jembatan banyak yang lapuk dan rawan runtuh. Saat ini, mobil sudah tidak bisa melintas sama sekali, dan sepeda motor pun harus ekstra hati-hati karena risiko ambruk sangat tinggi.


Yang lebih memprihatinkan, jembatan ini juga menjadi jalur pipa air bersih, sehingga kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya suplai air ke pemukiman warga.

Warga menyebut, selama bertahun-tahun tidak pernah ada perbaikan serius. Renovasi terakhir yang mereka ingat hanya bersifat tambal sulam dan terjadi sekitar tahun 2014, itupun hanya mengganti lantai papan dan balok tanpa menyentuh struktur utama jembatan.


“Kalau jembatan ini sampai benar-benar roboh, kampung kami bisa terisolasi total. Ini satu-satunya akses kami,” ungkap salah satu warga.


Mirisnya, meski kondisi jembatan sudah sangat membahayakan, hingga kini belum ada tindakan nyata yang serius dari pihak terkait. Warga menilai, persoalan ini seperti dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian penanganan.

ETH Kaltim Angkat Bicara Ini Kelalaian Serius! Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang (ETH) Kaltim menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius pemerintah desa dan pihak-pihak terkait terhadap keselamatan dan hak dasar masyarakat.


“Ini bukan sekadar jalan rusak. Ini adalah akses hidup orang banyak. Kalau sampai menunggu korban baru bertindak, itu namanya kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegas perwakilan ETH Kaltim.

ETH Kaltim mendesak keras:

Kepala Desa Sebuntal agar segera turun langsung meninjau lokasi dan menetapkan ini sebagai prioritas darurat desa,

Anggota DPRD Dapil Marangkayu agar tidak tutup mata dan segera memperjuangkan anggaran aspirasi,

Pemerintah daerah terkait agar tidak menunggu Musrenbang formal semata, mengingat ini sudah menyangkut keselamatan warga.


ETH Kaltim menegaskan, jembatan ini wajib segera dianggarkan, baik melalui Dana Desa, anggaran aspirasi dewan, maupun intervensi anggaran dari pemerintah daerah.

“Jangan tunggu viral, jangan tunggu korban jiwa. Negara tidak boleh kalah oleh jembatan kayu yang hampir roboh,” tegas ETH Kaltim.


Warga Menuntut Tindakan Nyata, Bukan Janji Warga berharap, pergantian kepala desa yang baru tidak menjadi alasan untuk menunda-nunda penanganan. Mereka meminta tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau janji politik.


“Kami cuma minta jembatan ini dibangun dengan layak dan aman. Ini untuk anak-anak kami, untuk aktivitas ekonomi kami, untuk hidup kami sehari-hari,” tutup warga.

ETH Kaltim menyatakan akan terus mengawal dan membuka persoalan ini ke publik sampai ada kepastian pembangunan dan penganggaran nyata.

Sumber Warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara Dipantau dan disorot oleh Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang (ETH) Kaltim

Posting Komentar untuk "Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Sebuntal Terancam Terisolasi ETH Kaltim Desak Kades dan DPRD Marangkayu Segera Bertindak"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?