Rizal Ramli Soroti Pemerintah Indonesia yang Suka Hutang

Daftar Isi


Bondowoso - indometro.id.

Pengajian Tambhena Ate ke 115 menghadirkan Dr Rizal Ramli di Ponpes Al Islah Bondowoso, Sabtu malam (3/6/2023).


Pengajian yang dihadiri ribuan santri dan wali santri serta masyarakat sekitar itu ingin menimba ilmu pengetahuan dari eks menteri keuangan di era Gus Dur dan eks menteri diera Jokowi. 


Sebelumnya, pimpinan pondok pesantren Al Islah KH Thoha Yusuf Zakaria LC membuka pengajian itu dengan menyitir pidato Jusuf Kalla bahwa pemerintah saat ini harus bayar utang luar negeri sebesar 1000 Trilyun. Oleh sebab itu , Gus Thoha atau KH Yusuf Thoha Zakaria meminta penjelasan dari Rizal Ramli yang merupakan seorang ahli ekonomi. 


Dalam tausiyah nya, Rizal Ramli mengatakan sangat menghormati KH Muhamad Mashum yang merupakan ayah dari Gus Thoha. "Saya kenal kiai Mashum, semangatnya luar biasa," Kata dia. 


Kiai Mashum merupakan ayah yang hebat dan menurunkan anak yang hebat, yakni Gus Thoha. 


Rizal Ramli juga menerangkan sekitar tahun 1960 an, Indonesia, China, Korea, Malaysia, sama sama miskin, namun saat ini negara - negara tersebut jauh lebih maju dari Indonesia, saat ini di Malaysia ada 3,5 juta orang Indonesia bekerja ke Malaysia, "katanya. 


Juga, negara Cina jauh lebih maju bahkan kekuatan ekonomi nya menguasai dunia, padahal SDA Indonesia lebih hebat, tetapi kok bisa ketinggalan, "tambahnya.


Ini dikarenakan Indonesia lebih banyak berhutang ke luar dalam membangun bangsa, seharusnya membangun Indonesia dengan strategis ekonomi dan kebijakan. " Bukan hutang, " terangnya


Bahkan hutang Indonesia itu lebih dari Rp 7000 Trilyun, Pemerintah harus bayar pokok hutang Rp 400 T. Dan bunga Rp 370 T, jadi total Rp 770 T, belum lagi hutang BUMN yang jika ditotal harus bayar hutang Rp 1.000 T setiap tahun,"katanya. 


Jika hutang sebesar Rp 7 ribu T ini dibagi dengan jumlah penduduk maka setiap bayi atau orang punya hutang Rp35 juta, tentu hutang yang besar ini akan membebani masyarakat Indonesia, jelas rizal rinci.


Rizal Ramli juga menyoroti pemerintah Indonesia yang suka impor beras, " pemerintah juga impor beras dari luar, sehingga membuat petani tidak berdaya, termasuk progam Food Estate di Kalimantan dan Sumatera yang gagal total" ungkap rizal diakhir sambutannya.



 (Eko/AR).


.

Posting Komentar

Ads:

banner image
banner image