-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Siap Kami Laporkan Petugas PPK BPOM Balige Dengan Kontraktor CV. Kirei Na Yuki." Diduga Adanya Menambang Penimbunan Tanah Ilegal Dikabupaten Toba."

Senin, 28 November 2022, November 28, 2022 WIB Last Updated 2022-11-28T01:29:12Z
iklan disini :



 

 

Sesuai informasi yang berkembang dari laporan masyarakat, dan juga dari LSM kabupaten toba, bersama dengan Pemerhati lingkungan hidup dikabupaten toba, bahwa telah adanya terjadi dugaan kuat yang tidak sesuai kesepakatan bersama didalam surat perjanjian kerja terhadap si kontraktor perusahaan CV. Kirei Na Yuki dengan Tim petugas PPK kantor Loka BPOM Balige, kabupaten toba."  

Ketua tim investigasi LBH Pers Indonesia Kabupaten toba " Octavianus Lumban tobing, telah mendatangi kantor Loka BPOM dibalige, kabupaten toba, untuk memperjelas situasi perkembangan adanya isu mengenai kegiatan salah satu penimbunan lokasi lahan tanah yang berada di desa Lumban Pea, kecamatan Balige kabupaten toba, Provinsi Sumatera Utara, diduga kuat adanya penambangan hasil tanah timbunan yang diperkerjakan oleh pihak kontraktor CV. Kerei Na Yuki tanpa adanya kelengkapan surat izin pertambangan secara resmi dari pemerintah."

Salah satu petugas PPK kantor Loka Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) yang kami mintai keterangannya secara langsung  disebutkan, sebelumnya pihak tim PPK BPOM Balige, kabupaten toba membuat surat kesepakatan bersama, di awal sebelum  adanya kegiatan operasional penimbunan lahan tanah dari lokasi Lahan Tanah urug yang jelas sesuai surat izin pertambangan dengan secara resmi."  Penimbunan lokasi lahan tanah penimbunan tersebut untuk membuat pembangunan gedung perkantoran Loka BPOM di Balige kabupaten toba yang baru, yang terletak di desa Lumban Pea, kecamatan Balige, kabupaten toba.

"Selanjutnya Pihak tim PPK kantor Loka BPOM Balige bersama dari pihak konsultan,dan pekerja pengawas dari pihak kontraktor Cv. Kirei Na Yuki yang sebagai pelaksana dilapangan yang sebagai pemenang tender Penimbunan lahan Tanah, pungkasnya."
informasi Perkembangan saat ini kami sudah mendapati suatu pembuktian dari salah seorang oknum pekerja dari pihak kontraktor CV kirei Na Yuki, yang inisial S, sudah menghubungi kepada saya tepat jam 16:05 wib ( sore ) kemarin, hanya menyampaikan sedikit dia ketahui apa yang sudah terjadi pada waktu dilapangan soal tentang kegiatan Lokasi Tanah urug yang beralamat Didesa Cinta Damai, kecamatan Silaen, apakah betul diawal pertama pada saat selesai survey dilapangan sudah telah dimuat  yang kata pihak  PPK BPOM Balige ada 6 mobil Dum truk sudah dilangsir kelokasi Lumban Pea, kecamatan Balige, Tandasnya.  Jawab si oknum inisial S, katanya sudah kami ambil tanah timbunan itu sebanyak 100 permeter kubik, ucapnya dan bukti Bon faktur pengambilan lahan tanah timbunan dari lokasi desa cinta Damai itu ada sama saya, ucap si oknum inisial S."  

Octavianus, juga menjelaskan kepada pihak " Loka kantor UPT BPOM Balige kembali, bila memang lokasi tempat perkantoran BPOM yang beralamat didesa Lumban Pea, kecamatan Balige, Kabupaten toba sedang adanya penimbunan lahan tanah tersebut, kenapa pihak PPK BPOM Balige datang sekali kali kelokasi tempat kantor BPOM yang baru untuk melihat sampai sudah sejauh mana yang telah dikerjakan pihak dari kontraktor CV.Kirei Na Yuki." Dan termasuk dari situlah kami juga agak curiga melihat sikap kinerja dari PPK BPOM Balige yang kurang Profesional, Ungkap Octavianus Tobing."

Saat ini Ketua tim investigasi OBH - YLBH Pers Indonesia dihari ini akan  melaporkan kepada penegak hukum atas tindakkan dalam pekerjaan proyek perkantoran BPOM Balige, Yang baru dilokasi desa Lumban Pea kecamatan Balige, kabupaten Toba, diduga kuat telah merugikan uang negara. Karena kegiatan pembangunan proyek penimbunan lahan tanah itu bersumber dari anggaran uang negara tahun 2022.  Dan kami juga menyimpulkan adanya dugaan kuat memang sudah ada kecurangan dalam permainan dilapangan tentang soal lokasi tanah urug dan untuk lahan tanah penimbunan sekarang ini. Sebab kami punya bukti saat ini, bahkan bukti yang tidak sesuai yang telah disepakati dari pihak kantor UPT Loka BPOM Balige, dengan perusahaan kontraktor CV. Kirei Na Yuki beserta tim pengawas BPOM Balige dilapangan."

Justru Tim investigasi OBH - LBH pers Indonesia yang berada dikabupaten toba, provinsi Sumatera utara, langsung terkejut dan kenapa bisa terjadi tanpa ada pengawasan ketat dari pihak tim PPK BPOM Balige selaku pengguna kegiatan proyek lahan penimbunan bahkan selaku petugas PPK BPOM Balige kenapa dirinya tidak tau apa yang terjadi dilapangan, pungkasnya."
 
Dan saat ini kami menyikapi atas tindakkan yang telah dilakukan kontraktor CV. Kirei Na Yuki telah diduga kuat mengambil lahan tanah dari lokasi tanah urug yang tidak lengkap surat izin pertambangan secara resmi dari sipenyedia barang, dan kami akan melakukan tindak tegas melaporkan kepada penegakkan hukum hal ini, ucap Ketua tim investigasi YLBH Pers Indonesia kabupaten Toba.

Tanah timbunaan ilegal yang berada di desa Lumban Pea, kecamatan balige kabupaten toba, diduga kuat telah merugikan Uang Negara oleh pihak -Pihak oknum yang bersangkutan didalam pekerjaan proyek tanah timbunan kantor BPOM Balige yang baru didesa Lumban Pea, kecamatan Balige, Kabupaten toba."

Sebelumnya dari kalangan masyarakat toba dan juga dari LSM beserta pemerhati lingkungan hidup yang berada dikabupaten toba sudah memberitahukan kepada pihak kantor petugas BPOM Balige, kabupaten toba, bahwa adanya kegiatan penimbunan didesa lumban Pea, kecamatan Balige, kabupaten toba ilegal tanpa adanya kelengkapan surat ijin pertambangan dari pemerintah." Akan tetapi pihak dari petugas PPK kantor BPOM Balige seperti menganggap tidak ada masalah pekerjaaan mereka dilapangan, ternyata menjadi membawa masalah besar bagi kerugian negara, dan yang bertanggung jawab atas kegiatan pelaksanaan proyek penimbunan lahan tanah yang berada dilapangan Siapa sekarang ini, Ucap tegas Octavianus."

Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+