-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Babinsa Kodim 0822 Bondowoso Sukseskan Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2022

Minggu, 12 Juni 2022, Juni 12, 2022 WIB Last Updated 2022-06-13T06:42:11Z
iklan disini :



Bondowoso - indometro.id.
Bertempat di lapangan Apel Mapolres Bondowoso Jl. Veteran No. 01 Bondowoso telah dilaksanakan
kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2022 dalam rangka "Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Hari Bhayangkara Tahun 2022 Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Bondowoso", Senin (13/6).
Operasi Patuh Semeru 2022 resmi digelar mulai hari ini Senin 13 Juni 2022. Pasukan Operasi Patuh Semeru 2022 telah digelar apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK.

Tak hanya polisi yang akan turun melakukan Operasi Patuh Semeru 2022. Personel Kodim 0822, Dan unit P3M Bondowoso, Dishub, Satpol PP Bondowoso. 

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK., mengatakan, "Operasi Patuh Semeru 2022 akan digelar selama 14 hari mulai 13 - 26 Juni 2022 mendatang dengan 8 sasaran target pelanggaran yang akan ditindak. Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 digelar mulai 13 - 26 Juni 2022," ujarnya.

Berikut 8 pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran prioritas Operasi Patuh Semeru 2022 plus dendanya:

1. Melawan arus. 
Perbuatan melawan arus melanggar Pasal 287 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman sanksi denda maksimal Rp 500 ribu. 

2. Knalpot bising atau tidak sesuai standar. 
Dijerat dengan Pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

3. Kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan. 
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

4. Balap liar dan kebut-kebutan. 
Aksi balap liar akan dijerat dengan pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ dengan sanksi kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda maksimal Rp 3 juta.

5. Menggunakan HP saat berkendara
Penggunaan ponsel saat berkendara dikenai Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu. 

6. Tidak menggunakan helm SNI
Dikenai Pasal 291 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

7. Tidak memakai sabuk pengaman
Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara dijerat Pasal 289 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu. 

8. Berboncengan motor lebih dari 1 orang. 
Dikenai Pasal 292 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu.

Sumber Pendim0822. (AR)

Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+