Jalan menuju Proyek Pembangkit Listrik PLHM yang disegel warga telah dibuka

Baca Juga



Jalan menuju Proyek Pembangkit Listrik PLHM yang disegel warga telah dibuka

Tanah Karo, Indometro.id

Jalan menuju proyek PT. Pembangkit Listrik Hydro Micro (PLHM) yang disegel warga desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo beberapa waktu yang lalu kini telah dibuka kembali oleh warga tersebut.  Pembukaan jalan ini dilakukan pada Rabu, (1/12/2021) berkat adanya kesepakatan perusahaan dan warga yang di Mediasi oleh tim mediasi. 

Pembukaan jalan ini dilakukan berkat pihak perusahaan telah memenuhi beberapa point tuntutan warga  desa Kandibata. Adapun tuntutan warga yang dipenuhi antara lain, ganti rugi akibat dampak dari pengeboman di lokasi proyek tersebut dan pembangunan jambur ( Balai Desa) baru di Desa Kandibata dan alokasi pembiayaan kompensasi bagi masyarakat

Dalam hal ini, Mediasi dapat berhasil dilakukan berkat dijajaki oleh tim mediasi. Adapun Tim mediasi antara Perusahaan PT. Pembangkit Listrik Hydro Micro (PLHM)  degan warga Desa Kandibata antara lain Anggota DPRD Karo dari Fraksi Gerindra, Korindo Sembiring Meliala, Ketua PD PPM Sumatera Utara Tirtayasa Sembiring dan Ketua PC PPM Maha Sendi Sembiring.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan peletakan batu dasar pembangunan Jambur (balai desa) di atas lahan seluas 3000 meter di Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe. 

Dalam kegiatan ini diawali dengan melakukan ibadah dan selanjutnya dilakukan peletakan terlebih dahulu dilakukan Pdt Andes Barus dari GBKP dan para tokoh agama, pemuda dan tim mediasi.

Pihak perusahaan PT. Pembangkit Listrik Hydro Micro (PLHM) melalui Jhon Sulaiman mengatakan dengan telah dibukanya pintu masuk menuju proyek pengerjaan oleh warga kedepannya pihak pekerja tidak terganggu dalam melaksanakan kegiatan di lapangan. 

Dia juga menambahkan, pihaknya telah memberikan alokasi dana Rp 400 juta untuk peruntukan pembelian lahan seluas 3000 meter untuk pembangunan Jambur (Balai Desa). Sementara untuk pembangunan Jambur Dilaksanakan secara swakelola diproyeksikan sekitar Rp 500 juta. Dan Rp 700 juta diperuntukkan untuk konvensasi setelah didata terlebih dahulu berapa Kepala Keluarga yang berdomisili di desa ini.

"Kedepannya, dana CSR yang dimilki perusahaan akan diperuntukkan pembangunan di desa ini." Ucapnya

Sementara itu, Anggota DPRD Karo Korindo Sembiring mengatakan warga Tanah Karo selalu terbuka terhadap investor yang akan menanamkan investasinya di daerah ini. " Kita tidak mau menghambat orang luar untuk menanamkan investasinya di daerah kita ini, tentu harus mematuhi peraturan yang ada," ucapnya

Dia juga menambahkan, dengan adanya investor masuk ke Tanah Karo ini tentu guna kemajuan masyarakat Karo. " Dimana perekonomian masyarakat semakin meningkat dan pengangguran teratasi serta masyarakat semakin sejahtera." Tutupnya

((T.A.S)

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama