Tari Saman Kurang Perhatian, Warga Gayo Lues Berharap Agar Mendapat Perhatian Pemerintah

Baca Juga

Gayo Lues, indometro.id -

Sudah 10 tahun penetapan tari Saman sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO tepat pada 24 November 2021.

Ada harapan yang disampaikan sejumlah masyarakat di daerah berjuluk negeri seribu bukit tersebut.

Seperti diungkapkan warga Gayo Lues, Mahmudin.

"Memang harus senantiasa dipertahankan. Ini kan sudah diakui UNESCO. Saya sebagai warga, pemuda, ingin senantiasa lestarikan lah, supaya lebih bagus dan berkembang lagi," ujarnya.

Mahmudin berharap tari Saman tetap dikenal dunia.

"Jangan sampai malulah kita. Sudah diakui UNESCO tapi kok budayanya gini-gini aja, kalau bisa lebih ditingkatkan lagi," timpalnya.

Diakui sejak dua tahun terakhir penampilan tari Saman tersendat akibat covid-19.

"Gara-gara Corona kan enggak bisa, karena berkerumun," sebutnya.

Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru dikutip dari kompasiana.com menyampaikan apresiasi kepada mantan Bupati Gayo Lues H. Ibnu Hasyim yang telah memperjuangkan semua ini sehingga terwujud dan mencetak muri tingkat internasional. 

Muhammad Amru juga berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk memviralkan seni saman ini melalui media sehingga persepsi masyarakat luas itu lebih paham tentang saman itu sendiri.

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama