Menuntut Program Bedah Rumah Yang Dibatalkan Pembagiannya, Sejumlah Warga Desa Gernis Jaya Datangi Kantor Dinas Perkim Sintang

Baca Juga



Sintang, indometro.id - 

Pemerintah Kabupaten Sintang berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer dikenal sebagai Bedah Rumah dari Kementerian PUPR. 



Melalui program BSPS itulah sudah sepantasnya masyarakat yang rumahnya tidak layak huni mendapat program bantuan tersebut. Tetapi seiring jalannya program tersebut ada berbagai polemik yang dihadapi masyarakat khususnya masyarakat di daerah hulu Kabupaten Sintang yaitu di Desa Gernis Jaya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. 

Dengan adanya permasalahan tersebut pada hari Senin pagi (29/11/2021), sejumlah warga dari Desa Gernis Jaya mendatangi Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang menanyakan kejelasan program RTLH tersebut.

Menurut Nitro warga Desa Gernis Jaya mewakili warga masyarakat Desa Gernis Jaya terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Gernis Jaya kepada media menjelaskan bahwa pihak pengurus yang menjanjikan bedah rumah tersebut dijanjikan pengurus setempat bahwa sebanyak 15 orang akan mendapat jatah bedah rumah tersebut, akan tetapi pada kenyataannya tiba-tiba dibatalkan oleh pihak pengurus dan pihak pengurus tidak memberikan alasan yang jelas terkait jumlah rumah warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut.


"Jadi ceritanya begini pak, kami inikan sebagai masyarakat biasa merasa tidak puas dengan pengurus setempat dan saya juga tidak menjelekkan pengurus setempat. Cuma masalahnya waktu tim survey dari Dinas Sosial datang langsung survey ke Dusun Gupuk Mang itu mereka mengatakan data tersebut yang menerima 15 orang cuma tiba-tiba itu dibatalkan dan kami menanyakan ini informasi dari mana," ungkap Nitro menjelaskan.

Nitro juga menjelaskan bahwa masyarakat yang menerima bedah rumah tersebut sebanyak 15 orang akan tetapi tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Dan Nitro pun mewakili warga setempat menanyakan hal ini ke kantor Dinas Perkim penyebab pembatalan bedah rumah sebanyak 15 orang tersebut.

"Jadi kami disini ingin mencari datanya. Kami sebagai masyarakat biasa disini merasa tidak puas apa penyebab pembatalan tersebut," ungkap Nitro kembali.

Dalam kesempatan yang sama juga Kepala Dinas Perkim memberikan beberapa penjelasan kepada wartawan terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Gernis Jaya.

"Jadi inikan merupakan dana APBN jadi kami disini sebagai pihak koordinasi saja terkait dengan program tersebut. Jadi program ini bukan di kami di Dinas kita disini. Dan proyek ini sudah berjalan 4 tahun," ungkap Zulkarnain singkat.

Dan pihak media pun terkait hal tersebut meminta informasi terkait data bedah rumah tersebut akan tetapi pihak Kadis Perkim tidak bisa menjelaskan panjang lebar. 

Sampai berita ini ditayangkan pihak awak media masih terus menelusuri dari Kabid yang membidangi karena posisinya tidak berada di tempat. (Tian)

1 Komentar

  1. Semoga berita yang ditampilkan dapat menarik minat pembaca..

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama