Pasca Penutupan Sumber Air Bonle'u, Hingga Kini Belum Ada Laporan Polisi

Baca Juga

Ket Foto: Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim


TTS,indometro.id

Hingga saat Ini pihak PDAM Soe belum membuat laporan polisi terkait penutupan sumber air Bonle'u oleh masyarakat setempat.

Demikian dikatakan Direktur PDAM Soe,Lely Hayer, SE kepada media ini ,Senin 18 Oktober 2021.

Dijelaskan penutupan sumber air Bonle'u beberapa waktu lalu sangat merugikan masyarakat pelanggan di Kota Soe yang berjumlah kurang lebih 6000an.

Namun demikian pihaknya tidak terburu-buru untuk melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian karna sedang mengumpulkan bukti.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres TTS,Iptu Mahdi Dejan Ibrahim juga mengatakan hingga saat ini belum ada Laporan polisi terkait aksi penutupan sumber air Bonle'u oleh masyarakat.

"Kita menunggu saja. Namun saat ini belum ada baik dari Pemda maupun PDAM Soe", ujarnya singkat.

Untuk diketahui,masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu.  Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.
Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.
Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan "orang tua" (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.
" Kami ini ibarat anak, lalu mereka (Bupati dan Pimpinan DPRD TTS) itu orang tua kami. Kami punya orang tua tipu kami makanya kami kecewa dan tutup lagi air ini," ungkap Soleman.
Dirinya mengaku siap jika nantinya Bupati atau DPRD TTS mau melaporkan masyarakat ke pihak kepolisian.
" Ya kalau kami punya orang tua lihat kami salah dan mau lapor polisi silakan. Kami siap ikut proses. Kami juga masih pegang kami punya orang tua punya janji tertulis. Silakan kalau orang tua kami mau lapor kami ke polisi," ujarnya.
Sesuai kesepakatan masyarakat lanjutnya, sumber mata air Bonleu baru akan dibuka jika jalan Bonleu dikerjakan. Selain itu, masyarakat juga akan menangih janji 10 persen dari keuntungan pengelolaan sumber mata air Bonleu dan janji pembangunan jembatan serta listrik di Bonleu.
" Kami tagih kami punya orang tua punya janji satu-satu. Habis jalan, nanti ada 10 persen, ada jembatan dan juga listrik yang akan kami tagih," pungkasnya.
Alfred Baun, Ketua Araksi mengaku mendukung langkah yang diambil oleh masyarakat Bonleu. Dirinya siap mendampingi masyarakat jika Pemda menempuh jalur hukum. Dirinya juga siap mendampingi masyarakat ke polisi melaporkan penipuan publik yang dilakukan kepada masyarakat Bonleu oleh Pemda TTS dan DPRD TTS.
" Masyarakat masih pegang janji tertulis yang ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan DPRD TTS. Itu harus diingat," tegasnya.

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama