-->
  • Jelajahi

    Copyright © Indometro Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    >

    Temukan Kami DI Fb

    Kominfo Siapkan Sumber Daya Manusia ASN Dalam Akselerasi Pemerintahan Digital

    redaksi
    Selasa, 26 Oktober 2021, Oktober 26, 2021 WIB Last Updated 2021-10-26T06:29:16Z

    Ads:



    Mataram,. Indometrro.id -

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan akselerasi pemerintahan digital dengan menyiapkan sumberdaya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki keterampilan digital. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Hary Budiarto menyatakan dalam pelaksanaan Program Government Transformation Academy (GTA), Kementerian Kominfo bekerja sama dengan empat pemerintah daerah.

    “Pada hari ini kita melaksanakan empat pelatihan Government Transformation Academy (GTA) bagi ASN di empat wilayah secara bersamaan, yaitu ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mamuju Prov. Sulawesi Barat, Kabupaten Jember Jawa Timur, dan Provinsi Kalimantan Tengah,” ungkapnya usai membuka Pelatihan GTA Blended di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram, Senin (25/10/2021). 

    Lebih rinci, Hary Budiarto menyatakan pelatihan itu ditujukan untuk membekali ASN agar memiliki kecakapan digital dalam melakukan pelayanan publik dengan baik di masa pandemi sekaligus akselerasi pemerintahan digital.

    “Pelatihan itu ditujukan agar ASN meningkatkan kompetensi dalam mendukung akselerasi transformasi digital di instansi pemerintahan atau di unit kerja mereka masing-masing. Apalagi dalam masa pandemi ini, di mana yang tadinya kita tidak bisa ketemu, tetapi dengan menggunakan teknologi digital bisa menambah kegiatan sehingga lebih efisien dan efektif,” jelasnya. 

    Diharapkan pemilihan BPSDMD Provinsi NTB sebagai mitra penyelenggara Government Transformation Academy menurut Hary Budiarto sangat tepat karena memiliki tanggung jawab  dalam pengembangan SDM ASN di wilayah Nusa Tenggara Barat.

    “Kalau di daerah kita tidak bisa melakukan sendiri, maka mitra kita yang paling tepat adalah BPSDMD karena bertanggung jawab langsung terhadap pengembangan SDM. Pelatihan yang diberikan Kominfo tidak hanya GTA saja, ada juga yang diperuntukkan bagi masyarakat. Jadi, kerjasama antara Pusdiklat Kementerian Kominfo dan BPSDM yang ada di daerah itu sudah tepat,” ujarnya. 

    Dijelaskan Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo yang menyatakan pelaksanaan Government Transformation Academy di Provinsi NTB terdiri dari 10 kelas pelatihan dengan masing-masing kelas akan diikuti sebanyak 30 peserta.

    “Jadi, ada 300 ASN yang menjadi peserta dan tebagi ke dalam 10 kelas. Masing-masing kelas mengikuti lima pelatihan sekaligus, yaitu business process engineering. Proses bisnis konvensional menjadi proses bisnis digital. Kemudian, adapula kelas untuk analisis media sosial, IT essential, lalu pelatihan untuk membuat videografis, infografis dan lain-lainnya. Total ada 13 tema, tetapi kita pilih sekitar 4 sampai 5 skema yang akan diajarkan di sepuluh kelas itu,” pungkasnya. 

    Hary Budiarto menyampaikan Kementerian Kominfo telah menunjuk BPSDM NTB sebagai fasilitator pelaksanaan pelatihan, khususnya penggunaan sarana dan prasarana agar lebih menarik minat masyarakat di NTB.

    “Kita berikan target kepada mereka untuk bisa menarik minat masyarakat sebanyak 10.000, dan kemudian kita mengadakan pelatihan bersama dengan menggunakan sarana prasarana yang ada di sini,” tukasnya.

    Kementerian Kominfo mengharapkan melalui pelatihan GTA yang berlangsung hibrida dari NTB, seluruh ASN dapat memahami dan mengerti tentang penggunaan teknologi digital.

    “Kami harap, melalui program GTA mereka jadi cakap menggunakan teknologi sehingga akhirnya mau bermigrasi dari aktivitas fisik ke ruang digital,” tuturnya. 

    Hary menyontohkan pemanfaatan teknologi digital dalam bentuk formulir daring untuk mengumpulkan pendapat masyarakat..

    “Kalau dulunya ASN tidak mengerti digital, maka mereka akan membuat kuesioner kemudian pergi ke masyarakat untuk menyebarkan kuosiner. Untuk itu, maka kita latih, ‘Oh gini loh pakai cloud, kemudian bisa membuat aplikasi, sehingga masyarakatnya yang menggunakan kuesioner ini lebih banyak’. Itu yang namanya transformasi digital bagi ASN, merubah dirinya maupun aktivitasnya menggunakan teknologi digital,” paparnya.

    Selain melalui Program GTA, saat ini Kementerian Kominfo juga menggandeng 20 pemerintah daerah untuk bisa menyediakan 10.000 peserta bergabung mengikuti program pelatihan kecakapan talenta digital. 

    “Untuk di daerah-daerah Wilayah Timur Indonesia kita akan masuk ke 20 kabupaten dan kota,” jelasnya.

    Program DTS ditujukan untuk mendorong peningkatan daya saing digital Indonesia sesuai dengan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Selain memenuhi kebutuhan tenaga kerja bidang TIK, beragam pelatihan dalam Program DTS ditujukan untuk mengembangkan keahlian melalui re-skilling dan up-skilling berdasarkan keahlian yang dibutuhkan oleh industri untuk mempersiapkan era Revolusi Industri 4.0.

    “Tahun depan memang kita tidak menargetkan pesertanya berapa banyak, namun di tahun ini kita menyasar 100.000 peserta yang mengikuti program pelatihan talenta digital dan sudah ada 109 ribu sekarang. Jadi kalau 10.000 dikalikan 20 daerah, maka itu ada 200.000,” pungkasnya mengakhiri. (*)


     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini