Hasil Panen Petani di TTS Cukup Meski Ditengah Pandemi Covid 19

Baca Juga



      Kadis Pertanian Kabupaten TTS,Otnial Neonane Mendampingi Petani Saat Panen Jagung

Timor Tengah Selatan,infometro.id-

Petani di Kabupaten Timor tengah Selatan(TTS) Provinsi NTT tidak kekurangan bahan makanan seperti padi dan jagung meski saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 maupun badai siklon seroja.Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS,Otnial Neonane,S.Tp,M.Si.

Ditemui di ruang kerjanya Senin 6/9/2021,Otnial  menyebut petani yang ada di 32 Kecamatan di TTS sejak dua tahun terakhir tetap memperoleh hasil panen yang cukup.

“Sejak dua tahun berturut turut ini semua petani di wilayah TTS  mengalami peningkatan pesat pada komoditi jagung dan gabah padi meski ditengah ancaman badai siklon seroja maupun pandemi,”Ungkapnya.

Ia merincikan bahwa pada tahun 2020 beradasarkan data statik Dinas setempat hasil panen petani mencapai produksi 213.654 Ton dari hasil tanam 123.919 Ha dan hasil panen 71.218 Ha yang tersebar di 32 Kecamatan.

Selanjutnya bergeser musim ke tahun 2021 bulan januari karena musim hujan berkepanjangan sehingga masyarakat baru panen dari 28.177 Ha mengalami peningkatan lagi 123 ribu ton, dan dari data produksi yang diperoleh untuk data produksi tertinggi dari Kecamatan KiE dengan hasil tanam 8.879 Ha ,Panen 4.638 Ha dengan hasil produksi 13.914 Ton.

Sedangkan hasil produksi terendah Kecamatan Kota SoE dengan lokasih tanam 633 Ha panen 618 dan produksi 1.854 ton sedangkan kecamatan lain yang tidak di rinci.


"Kota SoE mengalami kendala yaitu lahan tanaman kecil dibanding kecamatan lain, sedangkan persoalan siklon seroja rata-rata mengalami kerusakan kecil karena setelah terjadi masyarakat sudah selesai panen.”Urai Neonane

Dikatakannya, untuk Gabah Padi hasil produksi di 32 Kecamatan juga mengalami peningkatan dari hasil tanam seluas 5.755 Ha , panen 5.535 Ha menuai hasil produksi 27.675 ton, dari data produksi yang ada paling banyak dari Kecamatan Amanuban Selatan dengan luas lahan tanam 2.243 Ha panen 2.215 Ha dengan produksi 11.075 ton.

Sedangkan terendah di kecamatan kota SoE dan Noebeba dimana Kota SoE tanam luas lahan 2 Ha, panen 2 Ha, produksi hanya 9 ton terendah karena lahan kecil sedangkan Kecamatan Noebeba luas lahan tanam 16 Ha, Panen 2 Ha, produksinya hanya 10 ton kendala kasusnya kekeringan.” Tambahnya.

Karna itu meski saat ini  kasus  covid 19 masih melanda, namun  kekuatan lumbung masyarakat di TTS masih  sangat kuat.


Lebih lanjut menurutnya,yang menjadi persoalan bagi masyarakat adalah persoalan ekonomi dimana kegiatan aktivitas masyarakat dibatasi dari persoalan PPKM mikro hingga PPKM level 3.

"Masyarakat sangat mengalami kesulitan namun untuk stok pangan sangat kuat dilumbung termasuk komoditi lain hortikultura sayur mayur di lahan ada, ubi, pisang,” tutupnya.


Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama