Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kapolda Sumut Dan Tim Berhasil Ungkap Dalang Dibalik Pembunuhan Marsal di Simalungun.

Indometro.id documenter (24/06/2021)


Sumatera-utara

Medan , 25/06/2021
Indometro.id
(Haris)  

"Mantap....sungguh tidak diragukan lagi kinerja sang Kapolda sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang juga kelahiran Medan ini tidak main-main dan serius tanggapi kasus atas tewasnya Wartawan didaerah simalungun beberapa hari kemarin.

Dalam pernyataan beliau saat Turun langsung meninjau lokasi TKP waktu lalu peristiwa tewasnya Wartawan Marsal Harahap akibat diterjang peluru senjata api oleh orang tak dikenal (OTK).

Beliau mengatakan akan secepatnya mengusut tuntas dan mengungkap kasus kematian wartawan Marsal Harahap yang juga pemimpin Redaksi Lassernews.today.com. Dalam kasus tersebut, beliau telah prioritaskan serta tanggapi dengan tindakan cepat yang telah membuahkan hasil dalam kasus tersebut.

Dirkrimum Polda Sumut diturunkan bekerja semaksimal mungkin agar secepatnya mengusut tuntas dan secepatnya Tangkap pelaku pembunuh dan tindak tegas kepada siapa saja yang terlibat dibalik peristiwa pembunuhan wartawan tersebut.

Dalam hal peristiwa tersebut dibawah komandonya langsung menegaskan kepada seluruh Unit Polda Sumut terutama Team Unit Dirkrimum Polda Sumut serta dibantu personil unit Polrestabes Simalungun  bersinergi rapatkan barisan untuk tuntaskan dan tangkap pelaku demi keadilan juga akan secepatnya mengusut tuntas kasus ini. 

Unit dirkrimum Polda Sumut yang diturunkan dalam menangani kasus tersebut yang dikomandoinya juga sangat patut diacungi Jempol karena bekerja dengan cepat dan profesional tidak butuh waktu lama dalam menjalankan tugasnya menangkap pelakunya.

Selaku penindak bagi pelaku kriminal dan kejahatan demi tegaknya hukum di republik indonesia tak bisa dianggap enteng oleh siapapun yang telah berbuat kejahatan seperti ini karena memang ini adalah perbuatan sangat biadab dan tidak manusiawi atas kasus pembunuhan ini harus ditindak tegas serta usut siapa saja yang terlibat kasus tersebut secara transparansi dan profesional kepada publik demi menegakkan kebenaran dan keadilan di NKRI ini ,"pungkas Panca.

Beliau juga dikenal sosok tegas dalam bertugas tidak pernah pandang bulu terhadap siapapun pelaku kejahatan dan tindakan kriminal berat terutama kasus pembunuhan yang telah terjadi terhadap wartawan di daerah Simalungun beberapa hari yang lalu 
Beliau juga menegaskan kepada bawahannya terutama unit dirkrimum "siapapun pelakunya/oknum yang terlibat dalam aksi koboi tersebut pasti akan tertangkap dan terungkap secepatnya" pungkasnya sewaktu turun kedaerah simalungun setelah terjadi peristiwa yang telah menewaskan wartawan Lassernews.today.com (alm.Marsal harahap)

Tim gabungan direktorat Kriminal umum (Dirkrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya tidak butuh waktu lama usut kasus itu berhasil menangkap dua dari tiga orang pelaku penembakan wartawan Mara Salem Harahap alias Marsal ternyata dieksekusi oleh oknum TNI yang berinisial A serta ditemani staff humas Ferrari Bar and Resto atas suruhan pemilik ferrari Bar and Resto dengan motif karena sakit hati.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjutak mengatakan saat menggelar konferensi pers di Polda Sumut "korban ditembak oleh A dengan menggunakan senjata api yang baru dimiliki oleh pemilik Ferrari Bar and Resto berinisial S seharga Rp5 juta rupiah. Selanjutnya, S memerintah A dan FYP untuk mengeksekusi korban MSH. Pelaku ternyata adalah seorang oknum TNI berinisial A atas perintah pemilik Ferrari Bar and Resto berinisial S yang disebut sebagai dalang utama atas terjadinya peristiwa memilukan tersebut. 

Kemudian S memerintahkan staf humas Ferrasi Bar and Resto berinisial FYP untuk membeli senjata api buatan amerika seharga Rp15 juta rupiah . Setelah mendapatkan senjata api, dia kemudian meminta oknum TNI berinisial A yang ditemani FYP untuk mengeksekusi korban MSH utk pembelajaran."ujarnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra dan  I/BB Mayjen TNI Hassanuddin sedang beri keterangan pada saat konferensi pers di Polda sumut.(Documentasi haris / indometro.id)


Sebagai imbalan karena mengeksekusi korban, S telah mengirimkan uang sebesar Rp10 juta rupiah kepada A untuk imbalan atas aksi koboinya itu.
"Sementara itu bersama pelaku lainnya yaitu FYP yang juga sebgai staf humas ferrari juga terlibat langsung atas eksekusi itu, S (pemilik) mengirimkan uang sebesar Rp 8 juta rupiah dengan dua kali pengiriman yakni pertama Rp 5 juta rupiah dan Rp 3 juta rupiah di pengiriman kedua..ucapnya". 
Kapolda sumut juga mengatakan penembakan terhadap Marsal jelas dilatar belakangi adanya unsur dendam atau sakit hati kepada korban karena MSH kerap melakukan pemberitaan pemberitaan ke publik terkait usaha dan bisnis kotornya. Selain itu korban juga sering meminta sejumlah uang kepada pemilik juga pengelola Ferrari Bar and Resto dan juga meminta jatah 2 pil ekstasi sebagai imbalan agar tak diberitakan .
(MSH) perharinya meminta dua butir ekstasi. Dengan asumsi satu pil ekstasi seharga Rp 200.000 , maka sebulan 12 juta begitulah data yang kita peroleh untuk sementara ini kasus  ini akan kita dalami lagi, ujar kapolda sumut .
(Haris)











Artikel Terkait