Ticker

6/recent/Ticker-posts

GeRAK Meminta Aparat Hukum Agar Ditumpas Habis yang Terlibat Korupsi DSI Gayo Lues

GAYO LUES - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo mengapresiasi kinerja Polres Gayo Lues yang telah mengusut kasus dugaan korupsi program karantina 1.000 hafiz/hafizah di Gayo Lues. 

Program tahun 2019 ini di bawah Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Gayo Lues (Galus).

Namun salah seorang anggota Badan Pekerja GeRAK Gayo, Asrul Amin meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya pihak kepolisian untuk terus menelisik serta menumpas semua dalang sampai ke akar-akarnya tanpa pandang bulu semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu dirinya juga meminta Polisi juga menelusuri kemana saja aliran dana tersebut mengalir. 

Kerugian negara Rp 3,7 miliar lebih itu sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau  BPKP Aceh pada 4 Maret 2021. 

Pagu anggaran dari APBK-DOKA 2019 selama tiga bulan program diikuti 1.000 santri untuk jadi hafiz/hafizah melalui 11 pesantren dalam delapan kecamatan di Gayo Lues ini Rp 12,5 miliar.

Para santri dan santriwati ini dikarantina selama tiga bulan di 11 pesantren tersebut agar menjadi hafiz/hafizah. 

"Diharapkan Polres Galus agar benar-benar mengungkap kasus ini sampai sedetailnya dan senantiasa menjaga integritas karena ini diduga kuat adalah korupsi 'berjamaah'.

Artikel Terkait