Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pasca Banjir, Patop Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Cek Patok Yang Diduga Hilang.



Indometro NTT - Belu, Pasca hujan lebat akibat badai siklon tropis seroja beberapa hari lalu, Perwira Topografi (Patop) Satgas Pamtas RI-RDTL. Yonif 742/SWY Letda Ctp Torang Panjaitan bersama lima orang personel Pos Nananoe melaksanakan pengecekan patok perbatasan kedua negara yang diduga terbawa arus sungai.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, Minggu (11/04/2021).

Menurutnya, berdasarkan laporan setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh Patop bersama anggota, ada satu patok perbatasan dengan nomor patok PBN D010021-Ri yang hilang diduga terbawa arus sungai akibat hujan deras pekan lalu. Sedangkan patok BSP 022 dikhawatirkan akan terbawa arus sungai apabila terjadi hujan deras terus menerus karena sampai saat ini sungai bertambah lebar dan mengarah pada patok BSP 022.

"Akibat hujan deras, sungai ini tambah melebar hingga 15 meter dari aslinya yang mendekati patok BSP 022, ini yang menjadi kekhawatiran kami selaku Satgas Pamtas," jelas Bayu Sigit.

Adapun langkah yang diambil, lanjutnya, melaporkan kondisi tersebut pada kesempatan pertama kepada Komandan Kolakops Korem 161/WS untuk dilanjutkan ketingkat pusat dengan harapan bisa dilakukan langkah konkret untuk memperbaiki atau mengganti patok yang dinyatakan hilang.

Diakuinya, bahwa kondisi patok yang hilang (patok PBN D010021-RI) setelah dilakukan pengecekan dan pencarian, patok tersebut ditemukan sekitar 75 meter dari koordinat aslinya yakni 720742 E 8971476 S. 

"Ini tidak boleh kita pindahkan atau kembalikan ke koordinat semula karena memang demikian ketentuannya, jadi harus dilakukan pergantian dengan tetap berkoordinasi antar kedua negara," terangnya.

Alumnus Akmil 2003 itu juga berharap tidak ada lagi patok-patok perbatasan yang hilang atau pindah dari posisi koordinat aslinya baik karena alam atau ulah manusia sehingga perbatasan kedua negara real di lapangan dan menjadi permasalahan kedua negara.

Sampai saat ini, Patop Satgas bersama anggota masih melakukan penelusuan terhadap beberapa patok yang juga diduga hilang akibat hujan deras di pos-pos jajaran seperti di Pos Asumanu, Pos Maubusa, Pos Nunura dan Pos Nananoe.(ils).

Artikel Terkait