Ticker

6/recent/Ticker-posts

Bupati Magelang Ajak Kaum Muda Kembalikan Kejayaan Agraris

Anak-anak harus diajari bertani agar menjadi generasi yang mampu mengembalikan kejayaan agraris Indonesia.
(Ilustrasi | siedoo.com/Narwan Eska)

Magelang, indometro.id – Ketertarikan orang-orang terhadap rempah-rempah dan hasil pertanian Nusantara pada masa lalu membuktikan bahwa sektor agraris tanah air pernah mengalami masa kejayaan. Masa-masa seperti itu harus bisa dikembalikan lagi, dan itu menjadi tugas generasi muda saat ini.

Hal itu tersirat dalam sambutan Bupati Magelang Zaenal Arifin. S.I.P. pada acara launching Sekolah Tani dan Studium Generale Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Peluncuran tersebut berlangsung secara virtual dari ruang Epicentrum Fakultas Teknik, Sabtu (10/4/2021).

Bupati Zaenal mengungkapkan, bangsa Eropa yang datang ke Nusantara berkepentingan terhadap rempah-rempah. Itu menunjukkan bahwa kita pernah menjadi penyuplai cadangan pangan terbesar di dunia. 

“Bahkan di era kerajaan Majapahit mengalami kejayaan sektor agraris. Kita akan kembalikan kejayaan itu. Untuk itu, harus dihadirkan generasi-generasi muda untuk berpartisipasi membangun negeri, mengembalikan kejayaan Nusantara,” katanya.

Generasi muda, lanjut Zaenal, merupakan generasi yang potensial sebagai generasi penerus kejayaan bangsa.

"Insan pemuda yang membangun bangsa. Karena siapa yang menguasai pemuda, maka ia menguasai masa depan," lanjutnya.

Pembangunan pertanian, pariwisata dan UMKM, menjadi lokomotif di Kabupaten Magelang. Karena seluas 27 hektar di wilayah Kabupaten Magelang merupakan lahan sawah dan lahan pertanian bukan sawah 55 hektar.

Zaenal berpesan, selalu ada persoalan mendasar, hasil panen kemana. Maka kita libatkan sekolah-sekolah untuk belajar sekolah lapang. Jadi petani itu menggarap, mengolah dan memasarkan, agar anak-anak juga paham. 

“Sektor pertanian tidak bisa berdiri sendiri, butuh kebersamaan, gotong royong dan bekerja sama dengan semua lini. Agar ada hasil maka kerja sama dengan semua lini harus terus ditingkatkan," pesannya.

Sekolah Tani diselenggarakan oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Unimma bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat. Sekolah ini diharapkan sebagai jawaban dan sekaligus solusi untuk membantu para petani agar terlepas dari permasalahan akibat efek pandemi Covid-19. Selanjutnya bisa menuju petani yang lebih sejahtera.

"Saya juga mengajak kaum milenial untuk menerjuni dunia pertanian, agar proses regenerasi petani tetap berlangsung di Indonesia. Tentunya petani milenial adalah petani yang punya masa depan, modern, berpikiran maju dan akan sanggup membawa Indonesia sejahtera," ajaknya.

Sementara itu, Rektor Unimma Dr. Suliswiyadi, M.Ag berharap Sekolah Tani dan Studium Generale yang digagas MTCC Unimma, bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah ini, bisa menjadi model alternatif dalam pemberdayaan petani di Indonesia.

Lewat sekolah petani mandiri ini, Unimma mencoba berkontribusi meningkatkan kesejahteraan petani melalui materi kurikulum, wawasan pertanian. Juga potret lingkungan, kebijakan dan pergerakan petani serta tata niaga pertanian, penguatan lembaga dan jejaring petani.

"Sehingga petani mampu mengatur jual beli dan tidak diatur oleh tengkulak atau rentenir," harapnya. (Narwan Eska)

Artikel Terkait