Ticker

6/recent/Ticker-posts

Panglima Hitam : Segera Copot Kapolres Kolaka Utara

Segera Copot Kapolres Kolaka Utara

Kendari, Sulawesi Tenggara, indometro.id - setelah peristiwa penjarahan dan pencurian benda-benda pusaka  di museum dan taman budaya Kendari pada Januari lalu, membuat geram suku Tolaki yang berujung di gelarnya aksi demonstrasi yang di pimpin lngsung panglima Hitam Tamalaki wonua ndolaki, Ahmad baso, yang merupakan ketua umum Tamalaki wonua ndolaki. Pada rabu, 10/3/2021




Adapun agenda aksi demonstrasi adalah, meng geruduk kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, kemudian berorasi di depan polda Sulawesi Tenggara. 

Di kutip dari BBC News, kurang lebih 500 dari 5334 koleksi benda-benda bersejarah peninggalan leluhur suku Tolaki, telah hilang entah kemana. Dan hingga berita ini di turunkan, pelaku pencurian belum juga tertangkap. 

Hal serupa juga terjadi di kabupaten kolaka utara, yakni Pencurian benda-benda bersejarah peninggalan leluhur suku Tolaki. 

Dalam orasi nya, ketua umum Tamalaki wonua ndolaki, Ahmad baso, menyampaikan kekecewaan nya terkait kurangnya perhatian pemerintah akan benda-benda bersejarah peninggalan leluhur suku Tolaki. 

"Kami semua marah!!, ini sama dengan  menginjak-injak budaya warisan dari leluhur kami suku Tolaki. 
Kami meminta agar kapolda Sulawesi Tenggara, mencopot kapolres kolaka utara yang kami nilai lamban menangani kasus pencurian benda-benda bersejarah peninggalan leluhur suku Tolaki, yang ada di kabupaten kolaka utara, dan meminta agar gubernur Sulawesi Tenggara, segera mencopot kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Sulawesi Tenggara". Pungkas nya. 

Ahmad baso juga dalam orasinya mengatakan, akan menurunkan massa yakni anggota Tamalaki wonua ndolaki, yang lebih banyak lagi jika tuntutan mereka tidak di penuhi. 




" Ini murni aksi protes kami, akibat dari hilangnya benda-benda bersejarah peninggalan leluhur kami. Saya jamin, selaku panglima Hitam, ketua umum Tamalaki wonua ndolaki, bahwasannya, aksi ini adalah aksi tanpa anarkis". Imbuhnya. 

Artikel Terkait