Ticker

6/recent/Ticker-posts

Tank Thailand Bebas Beroperasi Di Wilayah Tambun Tulang, Nelayan Tradisonal Resah

Asahan, indometro.id - Terkait maraknya Kapal Tank Thailand pencari Kerang yang beroperasi di sekitar laut Tambun Tulang, (Asahan-Tanjungbalai-Batubara) dan tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait yang berwenang, membuat para Nelayan Tradisional Tojok Kerang, Jaring, Tangkul, dan Gurita resah.

Keresahan para nelayan tersebut adalah dampak dari rusaknya alat tangkap jaring, tangkul, gurita milik para nelayan tradisional dan punahnya habitat ekosistim laut dilokasi tersebut, sehingga berdampak buruk bagi penghasilan nelayan tradisional sehari-harinya.

Tank Thailand Bebas Beroperasi Di Wilayah Tambun Tulang


Menurut Ketua Asosiasi Nelayan Tojok Kerang Tradisional Asahan-Tanjungbalai (ANTKT) Kurniawan Syahputra Nasution, kegiatan Tank Thailand ini sangat meresahkan bagi nelayan tradisional, sebab mematikan mata pencaharian mereka, dan telah lama beroperasi diwilayah tersebut.

“Habis kerang tu di bante Tank Thailand, sampe ke benih benihnya, apalagi yang mau di cari Nelayan Kerang kelaut,” ungkap Putra kepada wartawan, Minggu (21/02/21

Anehnya lagi lanjut Putra, pihak berwenang yang ada di lokasi belum ada mengambil tindakan dan seolah olah kegiatan tersebut legal, serta membuat pemetaan sendiri khususnya di Tambun Tulang, sehingga sangat merugikan Nelayan Asahan dan Tanjungbalai. ”Padahal Tank Kerang ini seharusnya dilarang karena jelas jelas merusak, masalah ini juga menjadi akar perselisihan antara Nelayan Tanjungbalai dan Batubara,” tegasnya.

Diakhir, Putra berharap pihak berwenang yang ada di lokasi tersebut bisa mengambil tindakan dan mengantisipasi perselisihan antara Nelayan Batubara dan Nelayan Tanjungbalai, demi terpeliharanya ekosistim laut dan kesejahteraan Nelayan Kerang di wilayah sekitar.

“Harapannya ada solusi dari pihak berwenang, selain menindak Tank Thailand juga seperti pengangkatan tangkul ketika nelayan tojok beroperasi agar tidak ada perselisihan, karna nelayan tojok beroperasi hanya butuh waktu 4 jam,” pungkas Putra.

Ditempat terpisah, Kapos Kapal Polisi Air Batubara Bripka Gultom saat di konfirmasi wartawan melalui WA tidak memberikan tanggapan sampai berita ini dikirim ke redaksi. 

(IAS)

Artikel Terkait