Pernahkan Anda Merasa Miskin dan Bodoh?

Baca Juga


        Dalam kehidupan sehari-hari, memang kita tak pernah dilepaskan dari orang lain. Sebagai wujud sosialisasi dengan lingkungan, tidak mungkin satu orang tidak membutuhkan manusia lainnya, begitu pula makhluk hidup dan segala sisinya.
        Untuk memberikan rasa kenyamanan, ketenangan, dan kesejahteraan dalam menjalani kehidupan maka keberadaan orang lain memiliki poin penting, bukan perkara siapa dia, tapi bagaimana orang lain bisa saling mengerti sesamanya.
        Menjadi miskin bukan pilihan, menjadi bodoh adalah suatu kewajaran. Wajar bagi mereka yang belum belajar. Tapi pintar bukan takaran hanya karena mereka lebih berpengalaman.
        Apakah kekayaan menjadi tolak ukur bagi mereka yang jaya? Tidak Juga. Bahkan ketika mereka lupa untuk memandang manusia dibawahnya, adalah suatu kemustahilan kejayaan ada dalam hidupnya. Kadang manusia miskin hanya butuh jalan, dan manusia bodoh lainnya hanya butuh pengajaran. Tapi, apakah manusia miskin terlalu pantas untuk di bodohi? Bagaimana nasib si bodoh yang terlanjur miskin?
       Memang, walau mungkin semua manusia sudah ada takarannya. Tangguh jawab manusia adalah menjadi manusia seutuhnya, dan mampu berbuat baik pada sesamanya. Maka bukan perkara pintar dan bodoh tapi jadilah orang baik, saling memahami, mengerti dan menghormati hak-hak kehidupan manusia lainnya.

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama