Ticker

6/recent/Ticker-posts

Diskusikan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, Pangdam Ikuti Rakor Dipimpin Menko Marves RI

Diskusikan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, Pangdam Ikuti Rakor Dipimpin Menko Marves RI


Denpasar Bali, indometro.id - Dalam rangka mendiskusikan tentang penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan kepariwisataan di Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves RI) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., melalui video conference di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, pada Kamis (18/2/2021).

Mengawali Rakor, Menko Marves RI menyampaikan angka kasus harian bahkan mingguan di Bali menunjukkan tren penurunan, namun angka kematian masih memiliki tren yang meningkat. Jumlah operasi perubahan perilaku, perilaku pakai masker dan jaga jarak relatif stagnan. Mobilitas dari dan ke Bali sejak akhir Bulan Januari telah menurun. Perjalanan darat mendominasi angka mobilitas, sehingga perlu perhatian khusus.

Pada 2020, lanjut Menko, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai -9,31% dan merupakan terendah secara nasional. Jumlah kunjungan wisatawanpun juga mengalami penurunan sebesar -83,26% year on year. Sehingga tujuan utamanya adalah memulihkan kembali sektor pariwisata untuk membangkitkan perekonomian Bali. Caranya adalah dengan menerapkan Tren Menuju Pariwisata Berkualitas, Wisata Vaksin, Ekonomi Digital dan Kreatif serta Pembangunan Desa Wisata. Oleh sebab itu, Pemprov bersama TNI-Polri dan Imigrasi di Bali agar menerapkan secara ketat Prokes termasuk kepada wisatawan asing yang melanggar aturan pemerintah.

Terkait Pariwisata di Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI) Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., juga menyampaikan bahwa pihaknya yang telah berkantor di Bali telah mendukung revitalisasi destinasi Bali secara bertahap melalui Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II.

"Pemulihan ekonomi khususnya di bidang pariwisata di Bali ini sangat tergantung pada pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, saya berharap untuk Bali agar diberikan prioritas untuk Vaksin kepada pekerja sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan masyarakat Bali. Karena 80% di Bali ini bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Menparekraf RI.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menyampaikan bahwa persediaan reagen untuk tes PCR sudah hampir habis dikarenakan kebutuhannya meningkat untuk tracing dan testing, begitupun pada Rapid Antigen yang sebagai persyaratan utama dalam pelaksanaan kegiatan yang mengundang orang secara terbatas. Persediaan itulah yang diharapkan oleh Gubernur guna mendukung Penanganan Covid-19 di Bali.

"Kalau dukungan dari Pangdam dan Kapolda, itu sudah sangat baik. Kami sudah bersinergi secara luar biasa apalagi terhadap Pangdam dan Kapolda yang baru ini, jadi betul-betul sangat kooperatif dan ofensif di lapangan. Hanya memang kami belum bisa memahami, sudah kencang begini tapi masih ada saja kasus-kasus positif di sini, mungkin juga Vaksinasi yang barangkali perlu untuk ditingkatkan. Yang sangat kami harapkan adalah percepatan untuk menyelamatkan para pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata," ungkap Gubernur Bali.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa sampai dengan sekarang pihaknya meyakini, masih adanya surat keterangan swab yang bodong, oleh karenanya agar dipastikan pihak mana yang boleh mengeluarkan surat keterangan swab antigen maupun PCR, sehingga dapat dipastikan yang masuk ke Bali tidak membawa virus tersebut, demikian juga pada masyarakat Bali yang kembali ke Bali.

Kemudian terkait upacara adat, Pangdam melaporkan bahwa pihaknya dalam hal ini anggota TNI yang ada di lapangan juga ikut dalam kepanitiaan upacara adat tersebut sekaligus hadir untuk mengawasi protokol kesehatan yang diterapkan. Jika saat itu tersedia antigen, maka akan kami test semua saat sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, namun pada kenyataannya ketersediaannya sangatlah terbatas sehingga harus benar-benar selektif dalam penggunaannya.

"Berikutnya mengenai turis mancanegara, pada akhir-akhir ini sudah mulai bersedia untuk di Tes Antigen jika mereka melanggar Prokes. Kami juga sudah koordinasi dengan Dirjen Imigrasi, agar Imigrasi Bali pun juga ikut pada saat pelaksanaan operasi yustisi", tegas Pangdam.

Terkait Vaksinasi, Pangdam menyampaikan bahwa untuk di TNI khususnya Kodam IX/Udayana telah menyiapkan Vaksinator yang berjumlah 260 orang terdiri dari 199 Prajurit TNI dan 61 PNS TNI, sehingga Pangdam menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana dalam hal ini telah siap untuk melaksanakan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Bali.

Hadir mendampingi Pangdam IX/Udayana dalam Rakor di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana yakni Kasdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Asops Kasdam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana dan Kasiops Korem 163/WSA. 

(Nugraha)

Artikel Terkait