Ticker

6/recent/Ticker-posts

Banjir di Kemang, Jakarta Selatan, Berikut Kesaksian Relawan dan Warga

Anak-anak dan warga menyelamatkan diri ke lantai 3 kantor GEMA Indonesia

Jakarta, Indometro.id -Sebagian wilayah ibukota Jakarta di kepung banjir pada Sabtu dini hari (20/02/21). Salah satu wilayah yang terendam banjir adalah di Kemang, Jakarta Selatan, dengan kedalaman variatif antara 2 sampai 3 meter. Tak khayal air yang datang membuat warga panik hingga mencari tempat aman untuk mengungsi.

Menurut Hamam yang berada di lokasi banjir, bahwa pada pukul 3 dini hari kedalaman banjir sudah ada yang lebih dari 2 meter. "Saya kaget karena dibangunkan dan diberitahu kalau ada banjir. Dengan seorang kawan dari Kota Pasuruan saya langsung turun ke lokasi banjir dan mencoba menyelamatkan motor yang ternyata sudah tidak terlihat wujudnya," kata Haman saat di wawancarai indometro.

Lebih lanjut Hamam menambah, bahwa saat dirinya bangun tidur sudah banyak warga yang naik ke lokasi yang lebih tinggi. "Sudah banyak warga yang naik ke lantai 3 rumah Ketua LKNU Jakarta Selatan, Mas Franky. Situasi nampak kacau karena listrik juga sudah padam. Saya bersama Mas Gareng dari LPBINU Kota Pasuruan mencoba mengevakuasi warga, namun karena kurangnya peralatan dan derasnya arus, kami berdua sempat terseret arus beberapa puluh meter," kata Hamam menambahkan.

Apa yang dikatakan Haman dibenarkan oleh Gareng yang merupakan pengurus LPBINU Kota Pasuruan yang kebetulan berada di Kemang. "Arus cukup deras dan banyak membawa material sampah. Awalnya situasi cukup tidak terkendali, namun karena gerak cepat dari Mas Franky dari LKNU Jakarta Selatan, alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam bencana ini," kata Gareng.

Gareng juga menambahkan, bahwa saat banjir datang banyak warga yang berteriak minta tolong. "Banyak warga yang terjebak banjir. Ada yang bertahan di plafon dan genteng. Evakuasi baru bisa berjalan dengan baik saat bantuan datang dengan beberapa perahu. Alhamdulillah Minggu sore keadaan sudah mulai kondusif," pungkas Gareng.

Ditemui terpisah, Indri yang merupakan warga Kemang mengatakan, bahwa dia sempat cemas karena ada beberapa wanita hamil yang terjebak banjir hendak dievakuasi. "Saya sempat melihat Mas Hamam dan Mas Gareng hanyut dibawa arus air saat berusaha mengevakuasi warga. Tak terbayang kalau di ujung gang tidak ada tembok, mungkin keduanya sudah hanyut ke sungai," tutur Indri saat menceritakan proses evakuasi.

Artikel Terkait