Ticker

6/recent/Ticker-posts

2 Preman Hajar Supir Truk Karena Tak Beri Uang

 

Ilustrasi


Medan, indometro.id - Sebuah video viral di media sosial Instagram @medantalk memperlihatkan aksi premanisme di jalanan di Kota Medan. 

Seorang pria berdiri di pintu kanan truk warna hijau di persimpangan jalan. Tertulis dalam keterangan video yang diunggah pada Rabu (3/2/2021), peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sei Mencirim.

Terdengar seorang pria mengenakan rompi warna hijau terang mengucapkan makian dan menunjuk ke arah sopir truk tersebut namun kemudian tampak berbalik dan mengatur lalu lintas dengan peluitnya.


Video tersebut tayang hingga 254.328 kali dengan lebih dari 800 komentar.  Tertulis keterangan di video tersebut, "Terjadi kekerasan penyerangan terhadap supir countiner memakai batu yg di lakukan oleh pelaku2 penyebrang jalan. Di jalan simpang kp lalang Mencirim. 2 korban mengalami berdarah di kepala. TDK terekam Krn lgi sibuk melerai @medantalk".


Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, Personel Unit Reskrim Polsek Sunggal sudah menangkap pelaku pungutan liar (pungli) dan penganiayaan terhadap sopir truk yang melintas di Simpang Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Medan.


Lokasi ini juga dikenal dengan daerah Sei Mencirim, sebagaimana tertulis dalam keterangan video. 


Dijelaskannya, penangkapan kedua pelaku bermula dari viralnya video dugaan pemerasan terhadap sopir truk di media sosial. Sopir truk itu dianiaya pelaku karena menolak memberi uang.


"Dua orang yang kami amankan berinisial B dan C," katanya, Jumat (5/2/2021) siang.  Proses penangkapan kedua pelaku pun berlangsung alot. Di lokasi, ada beberapa pihak yang melakukan provokasi kepada warga.


Bahkan, tersangka C juga sempat kabur ke arah sungai, namun berhasil dibekuk karena sudah dikepung oleh petugas.  "Iya, pada saat dilakukan penangkapan ada sedikit perlawanan dari keluarganya dan memprovokasi masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan dan ada tersangka satu lagi yang mencoba melarikan diri sehingga petugas kita terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan akhirnya tertangkap di sungai," ujarnya. 


Yasir mengimbau agar masyarakat yang menjadi korban premanisme ini melapor ke polsek untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. "Dan, kami imbau jangan lagi melaukan tindakan-tindakan seperti ini karena mencederai masyarakat yang melintas di jalan tersebut," katanya.



(Andreas)

Artikel Terkait