Ticker

6/recent/Ticker-posts

Seorang Oknum Kepsek SD Negeri di Tanah Jawa Diduga Cabuli Siswa Hingga Berulang Kali

Sekolah SD Negeri di Tanah Jawa yang Diduga Lokasi Terjadinya Pencabulan (Ket photo: E purba)


Simalungun, indometro.id - Diduga cabuli siswanya, sebut saja namanya Bunga (13), seorang oknum Kepala sekolah (kepsek) disalah satu Sekolah Dasar Negeri, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun diperiksa polisi.

Informasi dihimpun indometro.id, Senin (25/01/2021) kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah disalah satu Sekolah Dasar Negeri, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, terus mencuat dan menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat.

Oknum kepsek berinisial AM tersebut disebut telah dipanggil penyidik di Unit Pelayanan Perempuan Anak (UPPA), Sat Resrkim Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pencabulan siswa SD kelas VI tersebut.

Kasus ini masih didalami dan pihak terkait dan masih mengumpulkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk mengiming-ngimingi korban, oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun.

Menurut Sumber yang dihimpun indometro id mereka sudah dibawa untuk pemeriksaan. “ Maksudnya, Kepsek dan mereka yang ikut melakukan perdamaian itu diperiksa oleh pihak kepolisian, hari Sabtu (23/1/2021),” sebut sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (24/01/2021) siang.

Meski begitu, sumber tersebut mengaku tidak mengetahui apakah oknum kepala sekolah dan warga yang diperiksa sudah dipulangkan. “Kurang tau saya, (Sabtu 23/1/2021), jam sepuluh malam pun belum pulang,” sebut Sumber itu lagi.

Sementara itu, terkait keberadaan korban, ia mengatakan bahwa remaja perempuan berusia 13 tahun yang diduga telah dicabuli oknum kepala sekolah sudah tidak lagi tinggal bersama neneknya. “Mereka masih di rumahnya mamak ibu korban ,” sebutnya.

Sekolah SD Negeri di Tanah Jawa yang Diduga Lokasi Terjadinya Pencabulan Terpisah, Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Selamat membenarkan pihaknya telah mendapat informasi dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Kepala Sekolah SD Negeri terhadap seorang siswinya.

“Informasi itu kami teruskan ke Polres. Kerena itu, merupakan tugas UPPA. Maka kita tetap kasih masukan ke UPPA, karena kami (Polsek-red) tidak menangani UPPA,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, oknum kepala salah satu SD Negeri di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual siswinya yang saat ini duduk kelas VI.

Sosok AM, yang selama ini cukup menjadi panutan di desa itu diduga telah berkali-kali melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut terhadap siswinya yang masih berusia 13 tahun di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.

“Katanya korban dirayu dengan iming-iming uang dan nilai yang bagus. Kemudian dia dipeluk, diraba dan dicium bibirnya oleh oknum kepala sekolah itu. Kejadiannya sudah berulang-ulang sekitar setahun lalu dan baru kali ini ketahuan,” ungkap sumber.

Mirisnya, sang nenek kemudian disebut bersedia ‘berdamai’ dengan oknum kepala sekolah tersebut asal mendapatkan imbalan sejumlah uang yang dimintanya.

Kasus itu kini membuat warga setempat yang putrinya juga bersekolah di tempat yang sama menjadi khawatir karena tidak tertutup kemungkinan perbuatan itu terulang lagi. Warga juga berharap  agar sang oknum Kepsek tidak lagi menjabat di sekolah tersebut.

Sementara Oknum Kepala Sekolah SD Neegri, AM yang coba dikonfirmasi di sekolah, sudah tiga hari ini tidak berhasil ditemui. Sudah tiga hari AM tidak menunjukkan diri di sekoah tersebut. Demikian ju Zeega di kediamannya, di Tanah jawa, AM tidak kunjung 

(e purba)

Artikel Terkait