Ticker

6/recent/Ticker-posts

Hati-Hati! Aplikasi Penipuan DanaCepat Yang Bermotif Memberikan Pinjaman Online

 

Aplikasi KSP DANACEPAT yang melakukan penipuan Pinjaman online(kiri). Dan bukti chat Renata dengan pelaku yang mengatakan akan menyebarkan data Renata.


Medan, indometro.id - Pinjaman Online kini sudah merebak dimana mana. Hanya dengan bermodalkan foto KTP semua orang bisa melakukan pinjaman dengan limit yang ditentukan. Namun ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab telah melakukan penipuan dengan mengatas namakan pinjaman online.


Seperti kasus nya Renata, gadis 20 tahun asal Medan. Dia hampir tertipu dengan pinjaman online melalui aplikasi DANACEPAT.ID yang dikatakan melakukan pinjaman sebesar Rp 1.600.000 namun sebenarnya tidak ada.


Renata menjelaskan, awalnya dia mendapat sebuah telfon dengan nomor baru yang menawarkan untuk melakukan pinjaman online, pada Sabtu (9/1/2021). Renata mengaku sudah ditelfon sebanyak 10 kali, namun ia menolak tawaran itu.


“Jadi waktu di telfon, nama yang menelfon adalah Beny. Jadi karna aku ga mau dan nolak terus. Aku nolak trus dan tiba tiba ada pesan yang dikirim ke aku ngasih link tentang kartu prakerja kan dengan moda ktp segala macam. Lalu aku masuk ke link siapa tau bisa” Jelasnya.


“Lalu ga lama kemudian, aku langsung donwload aplikasi danacepat.id. Aku lihat sudah terdaftar nama ku untuk melakukan pinjaman dengan memakai data ku. Aku sempat telfon nomor yang ada disitu namun tidak ada yang angkat dan tidak aktif” sambungnya.


Renata mengaku mengirim pesan ke danacepat.id melalui Whatsapp, untuk memperjelas bahwa pinjaman itu tidak ia lakukan. Namun setelah itu, ia mendapat sekitar 20 nomor baru mengirimin pesan melalui WA namun tidak ditanggapin oleh Renata.


Sampai terakhir, ada satu nomor mengirim pesan kembali melalui WA. Mengatakan, “saya akan permalukan anda sampai ke akar, sampai saya puas. Saya buatkan di Facebook, OPEN BO. Ditunggu ya.” Begitu pesan nya.


Dan mereka tetap meminta Renata untuk melakukan pembayaran pinjaman sebesar  Rp 1.600.000 namun ia tidak melakukan pinjaman itu.


Dan setelah diketahui lebih dalam, tidak hanya Renata. Ternyata masih banyak korban lainnya yang tertipu dengan ulah aplikasi ini. Para korban berharap supaya tidak ada lagi kasus yang terkena seperti mereka kepada orang lain dan semoga kasus ini ditanggapin oleh pihak kepolisian.



(Andreas)

Artikel Terkait