Ticker

6/recent/Ticker-posts

Nasib Pendidikan Generasi Muda di Landa Pandemi Covid - 19



Pangkalpinang .indometro.id - Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Seribu Senyuman(Pangkalpinang) Eddy Supriadi, Selasa (15/12/2020) menjelaskan, bahwa perlu kita ketahui, penyebaran Covid-19, saat ini mendunia. Untuk itu, mari kita bersama-sama, bahu membahu kita mengantisipasi penyebaran Covid-19, jangan sampai meluas.”Apalagi di dunia pendidikan, tentunya kita khawatir bagi anak-anak yang sangat rentan penyebarannya,” ungkapnya.

Eddy menyatakan, keluh kesah orangtua murid dan masyarakat tentang persoalan pendidikan, kita pahami, karena kita juga punya anak, yang sudah 8-9 bulan mengalami masa-masa pandemi Covid-19.”Maka dari itu aturan SKB 4 menteri yakni, boleh melakukan tatap muka, apabila zona penyebaran Covid-19, di daerah hijau atau kuning,” ujar Eddy Supriadi kepada Indometro.info saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya.

Lanjut Eddy, peraturan SKB 4 menteri, jelas untuk Kota Pangkalpinang, zona orange, mendekati zona merah. Kita hanya bisa dengan sistem daring PJJ yakni, dengan melakukan terobosan-terobosan yang kita upayakan saat ini.”Sesuai dengan kondisi dan acuan pemerintah,” tukasnya.

"Perlu diketahui, pendidikan kita saat ini, bukan target kurikulum dan pembelajaran tuntas, tetapi lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Kita juga harus mengutamakan fisiologis anak, jadi semuanya harus efektif dan tepat dalam membuat kebijakan. Jangan sampai kita membuka kelas.”Dampaknya dikhawatirkan timbul bukan hanya 1 atau 2 orang, tapi berdampak puluhan ribu orang,” tegas Eddy.

"Jadi harus hati-hati, dengan adanya toleransi, haruslah sejalan dengan Kementerian Pendidikan, tentang kebijakan nasional. Yang terpenting anak-anak kita, melakukan aktivitas dengan melalui proses pembelajaran daring.

 "Proses pembelajaran ini, bukan semata target kurikulum atau pembelajaran kita harus tuntas. Tapi dengan proses pembelajaran  hutang, dengan secara bertahap melakukan ketinggalan atau kekurangan tugas belajar anak-anak.”Dengan aplikasi teknologi tentunya bisa menjawab,” imbuh Plt  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.

"Sedangkan tambah Eddy, perubahan tatap muka sesuai dengan SKB 4 menteri, dimulai InsyaAllah awal tahun yakni, bulan Januari 2021. Kita mencoba untuk masuk sekolah dengan pembelajaran tatap muka. Tentunya dengan mengikuti aturan Protokol Kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan.”Pembelajaran tatap muka ini, tentunya untuk penguatan pendidikan anak,” ucapnya.

Dengan demikian, di dalam persiapan pelaksanaan ini, kita akan klarifikasi ke sekolah.

”Untuk itu, sekolah juga diharapkan, koordinasi dengan orangtua/wali murid dan masyarakat tentang pengaturan kelas dan siswa dengan mengikuti Prokes,” harap Eddy. 

(ID)

Artikel Terkait