Ticker

6/recent/Ticker-posts

Mimpi Dalam Islam


Setiap orang pernah mengalami mimpi ketika tidur, namun pemahaman yang berkembang di masyarakat, mimpi bisa terbagi beberapa macam, ada orang yang bermimpi indah dan ada orang yang bermimpi buruk.

Jika seseorang bermimpi indah, maka mimpi itu di yakini datangnya dari allah swt dan jika seseorang bermimpi buruk, maka mimpi itu di yakini datangnya dari setan.
Kemudian pemahaman yang berkembang di masyarakat selanjutnya adalah mimpi tidak ada kaitannya dalam keimanan dalam beragama apalagi dengan kehidupan nyata.

Padahal di dalam islam telah ada secara khusus membahas masalah mimpi, inilah sebagai bukti bahwa islam agama yang sempurna, permasalahan apapun ada penjelasannya di dalam islam, misalkan masalah kesehatan, sains, akhlak, dll.
Semuanya ada penjelasannya di dalam islam, termasuk masalah mimpi.

Masalah mimpi sudah di terangkan Sebagaimana di dalam firmannya :

لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۗ لَا تَبْدِيْلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۗ

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
[Yunus : 64]

Ayat ini bisa di pahami dengan tafsiran dari nabi muhammad saw, sebagaimana riwayat dari Abu Darda' dia berkata.

أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَا تَقُولُ فِي قَوْلِ اللَّهِ { لَهُمْ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ } قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ شَيْءٍ مَا سَمِعْتُ أَحَدًا سَأَلَ عَنْهُ بَعْدَ رَجُلٍ سَأَلَ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُشْرَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ وَبُشْرَاهُمْ فِي الْآخِرَةِ الْجَنَّةُ

"Seorang laki-laki datang kepadanya dan berkata, "Apa pendatmu dengan firman Allah: '(Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan Akhirat) ' Abu Darda' berkata, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu yang belum pernah aku mendengar seorang pun bertanya seperti itu, setelah laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu, beliau bersabda: "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia, yaitu mimpi benarnya seorang muslim atau yang dimimpikan oleh seorang Muslim, sedangkan kabar gembira dikehidupan akhirat adalah dengan surga
[Musnad Ahmad : 26250]

Dari keterangan Al-Qur'an & hadist artinya mimpi adalah kabar berita gembira di dunia dari allah swt, sehingga umat islam perlu memperhatikan isi pesan di dalam mimpinya.

Artinya mimpi berkaitan dalam keimanan dan kehidupan nyata, namun barang siapa yang tidak mau beriman kepada mimpi baik & benar, maka seorang Shaikh Abdul Ghani al-Nabulisi memberikan penekanan dalam penjelasannya :

"Barangsiapa yang tidak mempercayai mimpi yang baik dan benar, "R'uya al-Saliha" pastinya tidak beriman dengan Allah dan Hari Kiamat.''
[Nabulisi, Ta'teer al-Anaam fi tafseer al-Ahlaam Muqaddama ms 3]

Artinya jika salah menyikapi bisa membahayakan dalam keimanan, maka sudah sepantasnya umat islam mengimani petunjuk Al-Qur'an dan hadits.

Semoga penjelasan singkat ini bisa di pahami dan bermanfaat, bahwa seorang muslim wajib mengimani mimpi di karenakan petunjuk dari Al-Quran dan hadits.

(Dari : Indra noferian)

Artikel Terkait