Ticker

6/recent/Ticker-posts

ARTI SAHABAT BUAT MU







untuk sahabat sejati bisa jadi ungkapkan betapa beruntungnya kamu memilikinya. Ketika seseorang yang mengambil tempat penting dalam hidupmu pergi, kesedihan akan datang. Sulit menerima kenyataan bahwa orang yang telah lama bersamamu harus berpisah denganmu.

Teman masa kecil, teman sekolah, teman kuliah, teman kerja, semuanya akan datang dan pergi. Pada akhirnya, yang tetap tinggal dihatimu lah yang menjadi sahabat sejatimu. perisahan untuk sahabat sejati mungkin sulit terucap saat ia akan pergi

tidak pernah mudah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang kamu sayangi. Tetapi menemukan kata-kata perpisahan untuk sahabat sejati yang tepat bisa mengungkapkan perasaanmu lebih berkesan. Kamu bisa memilih kata-kata perpisahan untuk sahabat sejati yang cocok untuk sang sahabat.

 untuk sahabat sejati bisa mewakili betapa hancurnya hatimu saat berpisah dengannya. Ada banyak inspirasi kata-kata perpisahan untuk sahabat sejati yang dapat kamu ungkapkan. Berikut kata-kata perpisahan untuk sahabat sejati 

 sosok yang kita pilih untuk berbagi tawa dan duka. Bahkan, sebuah pepatah mengatakan, sahabat adalah saudara yang kita dapat dari orangtua yang berbeda. Tanpa mereka, kerap kali hidup terasa gersang. Namun sayangnya, tak semua orang bisa menjadi sahabat yang baik.

Terkadang ada beberapa hal yang tanpa disadari membuat kita menjadi sahabat yang buruk. Ini tentunya secara langsung akan memengaruhi persahabatan. Apa saja hal-hal yang membuat kita jadi sahabat yang buruk?

Ya, seperti halnya cinta, persahabatanjuga butuh komitmen. Tapi, menjaga persahabatan agar langgeng seumur hidup memang tidak mudah.

Sebuah studi di Belanda tahun 2009 menemukan bahwa sebagian besar persahabatan hanya berlangsung sekitar tujuh tahun. Seperti halnya hubungan apapun, pertemanan hanya akan berhasil jika kedua belah pihak sama-sama menginginkannya.

Dan ketika usia persahabatanmu telah melampaui 10 tahun, kamu mungkin bisa menyimpulkan bahwa kamu dan sahabat akan menjadi teman selama sisa hidup kalian.

Lalu, bagaimana cara agar bisa mencapai friendship goal yang satu ini?

"Banyak faktor yang membuat persahabatan bisa langgeng seumur hidup, dan tidak ada dua persahabatan yang sama. Tetapi ada satu kunci yang dimiliki semua persahabatan, komunikasi terbuka," Lori Harder, penulis A Tribe Called Bliss dan pembawa acara dari podcast 'Earn Your Happy'Untuk menjalin persahabatan seumur hidup, kamu harus tahu bahwa kamu dan sahabat tidak akan menjadi orang yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

1. Menggagalkan rencana di menit terakhir

Sesekali mengirim pesan untuk menunda atau menggagalkan rencana di detik terakhir tentunya bisa dimaklumi. Terkadang kondisi membuat kita tak mungkin memenuhi janji dengan sahabat. Namun, bila kita selalu menggagalkan rencana untuk menghabiskan waktu dengan mereka, hal ini jelas bukan tindakan yang bijaksana.

2. Menunggu sahabat menghubungi

Hubungan apa pun, persahabatan atau percintaan, perlu dijaga. Bila sahabat kamu yang selalu menghubungi untuk menghabiskan waktu bersama, bukan tak mungkin mereka akan berpikir bahwa kamu egois dan tak tertarik untuk berteman dengan mereka.

Perbaiki hal itu dengan bergantian mentraktir mereka di resto favorit misalnya


3 Berharap persahabatan akan tetap sama

Faktanya setiap orang berubah. Bila kamu berharap persahabatan kalian akan selalu sama, itu tak akan terjadi. Seperti hidup, persahabatan pun akan berevolusi. Namun, bila persahabatan mulai berubah ke arah negatif, ada baiknya kita mulai introspeksi.

Persahabatan memang tak selamanya mulus. Terkadang kesibukan membuat kita sulit bertemu dengan sahabat. Baiknya tetap jaga hubungan melalui fasilitas yang ada seperti pesan singkat atau media sosial.

4. Terlalu berharap

Meski kita dan sahabat memiliki ikatan yang spesial dibandingkan dengan teman-teman lainnya, bukan berarti sahabat harus selalu ada untuk kita. Kamu tak boleh marah atau kesal bila suatu waktu sahabat menggagalkan rencana untuk bertemu karena kesibukan mereka yang tak terhindarkan. Pahami dan maklumi bahwa mereka pun punya kehidupan pribadi.



penulis:indah rahayu


Artikel Terkait