Ticker

6/recent/Ticker-posts

PGRI Aceh Utara Gelar Konfrensi Ke XXII Masa Bakti 2020-2025



Aceh Utara .indometro.id -  Dengan tema “Mewujudkan PGRI Sebagai Organisasi Profesi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Aceh Utara Yang Gemilang”. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Utara,  Propinsi Aceh menggelar “Konferensi XXII PGRI Aceh Utara tahun 2020, masa bakti periode 2020-2025.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh Asisten I,   dan dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Tapin H Juwaini, para guru TK, guru SD, SMP, SMP guru purna tugas serta dari perwakilan Kemenag Tapin bersama seluruh pengurus PGRI Kab. Aceh Utara

Sementara itu Asisten I Setdakab. Aceh Utara,  Dayan Albar,S.Sos.MAP dalam sambutan nya, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran PGRI Aceh Utara yang selama ini menjadi mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pembagunan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat.

"Selamat atas terlaksananya konferensi PGRI. Dengan digelarnya konferensi tingkat Kabupaten, mudah-mudahan akan melahirkan pengurus baru yang mampu mencetus ide-ide yang lebih cemerlang dalam menyusun program kerja PGRI Aceh Utara ke depan dalam menata pendidikan yang lebih baik,” ucap Bupati.

Ditengah pendemi Covid-19, konferensi dilaksanakan dengan protokol kesehatan dengan melakukan pemeriksaan suhu panas dan diwajibkan memakai masker bagi seluruh peserta konferensi.

"Karena covid-19 melanda negeri kita jangan menjadi ketakutan, sebab ketakutan itu tidak akan memberi hasil apapun. Akan tetapi harus tetap waspada menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan serta mendukung apapun kebijakan percepatan penanggulangan covid-19 yang diambil pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah,"ujarnya. 

Dikatakan,  suatu kebahagiaan dan kebanggaan karena kami dapat hadir bersilaturrahmi mengikuti pembukaan Konferensi PGRI Aceh Utara, yang merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Aceh Utara

Oleh karenanya,  pelaksanaan konferensi yang digelar berjalan dengan lancar, menghasilkan berbagai keputusan yang sesuai dengan kemaslahatan para anggota PGRI secara keseluruhan. Peningkatan pendidikan dalam berbagai hal, tidak saja sarana prasarana dan penempatan guru, akan tetapi kualitas atau SDM guru melalui pelatihan atau diklat harus dilakukan.

“Pengurus PGRI hendaknya bersinergi menjalin komunikasi yang positif dan mengembangkan jejaring kemitraan dengan Dinas atau lembaga pendidikan yang ada di Aceh Utara,"katanya. 

Ketua pelaksana, Muhammad Johan, M.Pd menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan konferensi walau konferensi dilaksanakan ditengah pendemi.

Organisasi PGRI dapat menjadi mitra pemerintah dan guru-guru agar menjadi contoh dan penggerak utama pendidikan di Kabupaten Aceh Utara. Dengan adanya wadah PGRI ini bisa membentuk karakter guru untuk lebih profesional dan inovatif, terutama ditengah wabah Covid-19 yang tidak menentu kapan akan berakhir,"harapnya. 

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, S.Pd, M.Si PGRI merupakan wadahnya para Guru untuk berkeluh kesah atau saling tukar pikiran mengenai persoalan yang ada dalam setiap pembelajaran. Saat ini PGRI tidak hanya berlaku untuk Kementrian Pendidikan saja namun Kementrian Agama pun juga ikut bergabung.

“Berkenaan dengan ini,  tentu organisasi PGRI Aceh Utara merangkul guru - guru pada semua jenjang sekolah dan madrasah, konferensi kerja ini harus bisa dimanfaatkan sebaiknya untuk menyelesaikan masalah yang ada,"pintanya. 

Sarjan,S.Pd.M.Kom.I secara aklamasi dipercaya menjadi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Utara melalui konferensi ke 22 PGRI Aceh Utara di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Sabtu (31/10//2020). Dari 22 perwakilan PGRI kecamatan yang memiliki hak suara secara bulat merekomendasikan Sarjan, S.Pd.M.Kom.I menjadi orang nomor Wahid PGRI Aceh Utara. 

(Mahdi)