Ticker

6/recent/Ticker-posts

Petinju Dien Jauhari Matangkan Persiapan PORA Perbanyak Sparring Partner

Atlet Tinju Aceh Besar sparring partner (berlatih tanding) dengan petinju Bireuen dan foto bersama di lapangan tenis, Jalan T Hamzah Bendahara, Bireuen


Bireuen .indometro.id -  Para atlet tinju Sasana Dien Jauhari Aceh Besar yang merupakan Markas Tinju bagi Aceh dan telah mencetak atlet yang potensial kini melakukan sparing partner ( Berlatih Tanding) ke beberapa Kabupaten di Aceh terutama Bireuen – Lhokseumawe dan Langsa di bagian Timur dan Pidie serta Pidie Jaya di bagian tengah, untuk melatih mental para atlet sebagai tolok ukur selama mereka latihan dan persiapan Pora yang akan digelar di Pidie nantinya.

Dua petinju Aceh Besar asuhan Trio Pelatih ( Dien Jauhari, Ruky Tarmizi dan Nazaruddin ) yaitu Saiful (69 Kg) dan Rizal (60 Kg) menjawab media ini Senin,16 November 2020 menyebut, berlatih tanding dengan petinju Kabupaten Bireuen walaupun bukan di sasana tinju yakni di lapangan tenis sangat menyenangkan dan enjoi. 

Mereka menjelaskan bahwa selain dua mereka pihaknya juga ada sejumlah petinju lainnya termasuk wanita sebab sesuai arahan bahwa kami melakukan sparing patner selain memang progam latihan juga merupakan simulasi pertandingan sesungguhnya dengan sangat menyenangkan dan enjoi.

Dijelaskan, mereka sangat jenuh ketika menggenjot kekuatan fisik dan daya tahan tubuh, sehingga melakukan sparing partner untuk menghilangkan kejenuhan sebab kita semua mengetahui bahwa Sparring partner adalah simulasi bertanding antar petinju sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Sementara Jhoniful Bahri Pelatih Kepala atlet Tinju Bireuen mengatakan terkadang untuk melatih mental para atlet, tak jarang sparing partner ini diperuntukkan bagi atlet yang beda kelas. Seperti kelas tanding 48 Kg dengan 52 Kg dan lain-lain.

Dijelaskan Jhoni sesuai penturan atlet baik itu atlet tinju Bireuen maupun Aceh Berar mengaku jika metode latihan seperti ini bisa melatih mental para atlet, dan jika sparring partner secara rutin selain mental, teknik dan pola serangan di atas ring ikut terasah. 

Jhoni menambahkan,pihaknya angat mengapresiasi kedatangan tim tinju dari Aceh Besar ke Bireuen, padahal Bireuen tidak ada sasana tinju namun mereka eksis melakukan latih tanding di lapangan terbuka dengan tidak merasakan apapun. 

“Ya kami tetap sambut dengan baik, dan latih tanding sangat penting bagi atlet tinju, apalagi selama ini di Aceh tidak pernah adanya even atau pertandingan daerah, sehingga atletnya jenuh,” sebutnya, sedraya mengatakan  dirinya merasa grogi atas kedatangan para atlet dari Sasana Dien Jauhari Aceh Besar yang memang telah tersedia Sasana tersendiri dan boleh dikatakan Markas Tinju bagi Aceh yang melahirkan atlet potensial. 

(Mahdi)