Ticker

6/recent/Ticker-posts

Aksi Unras Solidaritas Bela Nabi Muhammad SAW



Surabaya .indometro.id - Jumat tanggal 6 November 2020 pukul 12.45 WIB bertempat di depan Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo No. 110 Surabaya, telah terjadi Aksi unjuk rasa dari Solidaritas Bela Nabi Muhammad SAW oleh Kelompok Ormas Islam, diikuti sekitar 400 orang dipimpin oleh Sdr. M.Khoiruddin.

Dengan rangkaian , massa Aksi tiba dilokasi dengan membentngkan Spanduk dan poster yang bertuliskan "Aksi Damai Bela Nabi Membela Kehormatan Nabi Membela Kehormatan Islam ,"Solidaritas Bela Rasulullah Mengutuk Pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron," Orang Cerdas Tidak Percaya Propagandha Islamopobhia," Mengecam Karikatur Penghinaan Nabi dan Pernyataan Presiden Prancis Macron Karena Mendukung Karikatur Tersebut," Boycot French, Boikot Produk Prancis Mulai Dari Tolak Sekulerisme.

Hukuman Mati Bagi Penghinaan Rasulullah SAW ," Our Prophet is Our Honor, " Khilafah Perisai Umat Akan Menjaga Kehormatan Nabi Muhammad dan Mewujudkan Kembali Kehidupan Yang Sesuai Syariat, "  Caliphate Will Defend The Honor Of Rasulullah and Islam,"  Macron is The Real Terorist.
Adapun para Ustad yang hadir dalam aksi tersebut Ust. Ibnu - RDI Surabaya, Ust. Solihin - JAS Jatim, Ust. Sudarno Hadi , Kyai Toha - Bangkalan, Ust. Fathoni - Ahlussunnah Wal Jamaah , Ust. Fathurkon,  Ust. Abdul Aziz - DAI Indonesia, Ust. Zainuddin, Ari Faruck - Gema Pembebasan, Kyai Amroni,  Ust. Benny - Masyarakat Anti Riba,  Ust. Mujahiddin , Ust. Hanafi - FPI ,  Ust. Khoiruddin - RDI

Seluruh massa aksi melakukan orasi secara bergantian yang intinya , Bagi siapapun yang tekah melakukan  penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW dan meredahkan umat islam maka harus dipenggal kepalanya. Unat isalam harus menjaga kecintaan dan melakukan pembelaan terhadap Nabi Muhammad SAW. 
Umat islam harus mengambil tindakan dengan secara bersama-sama melakukan Boikot terhadap produk - produk Prancis. Sekali lagi umat islam menuntut Presiden Prancis, Emanuel Macron harus diadili.

Bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuburkan Islamophobia karena secara tidak langsung mendukung penistaan terhadap Baginda Rasulullah SAW melalui karikatur
Hal tersebut mencederai umat Islam di seluruh dunia sehingga kami sebagai umat Islam mengutuk tindakan tersebut serta meminta agar memboikot seluruh produk-produk Prancis serta menuntut agar Presiden Prancis meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia
Dasarnya adalah beberapa waktu yang lalu sebuah karikatur Nabi Muhammad SAW dipamerkan di Balai Kota Montpellier dan Toulouse, Prancis, aksi tersebut dilakukan oleh Kafir Harbi Prancis yang menyatakan hal itu merupakan penghormatan bagi Samuel Paty, pria yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya di kelas yang justru digelari pahlawan oleh Presiden Prancis Tindakan dari Presiden Prancis yang mendukung hal tersebut adalah kejahatan terhadap ajaran Islam. Dalam ajaran Islam, menghina Allah SWT dan Rasulullah SAW adalah kejahatan yang besar, hukuman mati karena menghina Rasulullah SAW adalah keharusan

Melalui 20 perwakilan massa aksi untuk melakukan Audiensi di Ruang VIP Sisi Timur Gedung Negara Grahadi dengan Perwakilan Massa Aksi yaitu  Hadi - BMS,  Solikin -JAS, Banyun - BMS, Ust. Ali - RDI, Rohman - Majelis Taklim, HM Toha - Bangkalan , Kyai Sukirno - Pasuruan,  Abdul Wachid - FPI, Rusli - FKU, Itong - FPI,  Yakub - JAS, Khalid Al Waqid - Qoid LPI  Ahmad - Pengawal,  A. Salam - PKAD,  Yogi MT An Nasr, Ismail - Elsad, Fajar Kurniawan - PKAD  Asmin - Pers Dokumentasi Aksi
Ditemui oleh Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa, Kabakesbang Prop Jatim Jonathan Judyanto, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo SIK. MH. dan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Wimboko.
Penyampaian dari beberapa Perwakilan Massa Aksi yang intinya 
(HM Toha - Bangkalan ) Kita harus menjaga toleransi antar umat beragama apalagi bangsa Indonesia sangat beragam sukunya. Kami berharap Pemprop Jatim dapat menyampaikan tuntutan kita kepada Pemerintah Pusat karena hal itu adalah penghinaan yang luar biasa kepada umat muslim diseluruh dunia. Batasi produk-produk dari negara Perancis,  berikan sanksi yang tegas, supaya saudara Macron segera meminta maaf atas sikapnya. Kita ingin sekali mengembalikan kejayaan khilafah namun tidak dengan menolak dasar-dasar negara. Perlu perhatian serius terhadap Islamophobia yang menjadi permasalahan bagi umat Islam di Indonesia. 
(Ust. Solihin - JAS ) Kita datang kesini karena Nabi Besar Muhammad SAW dihina oleh Presiden Perancis Macron, agar Gubernur menyampaikan kepada Presiden RI untuk memutuskan Hubungan Diplomasi dengan Perancis, memboikot seluruh Produk Perancis dan mengusir Duta Besar Prancis dari Indonesia. 

( Ust. Fuadi - Biker Muslim )  Memboikot Produk Perancis adalah suatu bentuk hukuman tegas kepada negara Perancis dimana Presiden Perancis Macron secara terang-terangan menghina Nabi Muhammad SAW. 
(Ust. Ifrin M. - Gresik )  Umat harus cerdas yaitu tidak hanya memboikot produk makanan namun seluruh produk Perancis untuk menghilangkan Sekulerisme. 
(Ust. Ibnu Hari ) Layak apabila seluruh Umat Audiensi telah selesai dilaksanakan selanjutnya perwakilan aksi kembali bergabung dengan massa aksi untuk menyampaikan hasil audiensi. 

Dalam selebaran yang dibagikan "PERNYATAAN SOLIDARITAS BELA RASULULLAH SAW, Macron Telah Menyinggung Rasulullah SAW, Boikot dan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis! " Beberapa waktu lalu, karikatur Nabi Muhammad SAW dipamerkan di balai kota Montpellier dan Toulouse di Prancis. Tindakan tersebut dilakukan oleh kafir harbl dari Perancis yang mengatakan itu merupakan penghormatan kepada Samuel Paty, pria yang dipenggal kepalanya setelah memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya dikelas, yang dianugerahi gelar pahlawan, Legiun Kehormatan, oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Tindakan Macron dan dukungannya atas penghinaan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, dengan menampilkannya karikatur Nabi Muhammad SAW merupakan kejahatan terhadap ajaran Islam, sekaligus pembuktian jahiliyah peradaban dari Prancis. Sungguh sangat disayangkan, ketika umat Islam merayakan kemuliaan Nabi, dibulan ini Kelahirannya, beberapa orang kafir telah melakukan tindakan yang jelas-jelas memusuhi Nabi dan ajaran Islam. Dalam ajaran Islam, menghina Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam adalah kejahatan besar. Hukuman mati karena menghina Nabi Muhammad SAW adalah suatu keharusan. Berkaitan dengan hal tersebut, Solidaritas Bela Rasulullah SAW menyatakan:
Untuk mempercayai kenabian Muhammad SAW dengan segala tata cara yang diatur oleh ajaran Islam sucikan dia dan ikuti pesan-pesannya sebagai bentuk iman dalam Islam. Karena itu, menghina dan sering menyinggung Nabi Muhammad SAW adalah penghinaan dan penyalahgunaan Islam itu sendiri.
 Penghinaan beragama, penodaan agama dan pelecehan merupakan tindakan anti HAM, dimana kebebasan beragama berada bagian penting dari hak asasi manusia. Dengan demikian, tindakan penghinaan, penodaan agama dan pelecehan agama adalah tindakan pelecehan terhadap seluruh umat manusia.
 Mengutuk segala bentuk penistaan, pelecehan, dan penodaan agama, termasuk penistaan ​​/ pelecehan kepada Nabi Muhammad SAW atas dasar kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat intinya adalah tindakan intoleransi yang akan mengakibatkan ketidakharmonisan lebih lanjut antara agama dan negara di Indonesia dan dunia.
 Mengutuk tindakan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang membiarkan bahkan memberi dukungan dan penghargaan kepada warganya yang melakukan tindakan penistaan ​​dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kami meminta Macron dan mereka yang melakukan pencemaran nama baik dan penyalahgunaan ini untuk meminta maaf secara terbuka untuk semua Muslim.
 Mendesak Pemerintah Republik Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di Indonesia, untuk segera bertindak tegas dengan menekan Presiden Prancis untuk membuat permintaan maaf terbuka kepada Muslim di seluruh dunia. Dan jika hal ini tidak ditanggapi secara positif, hubungan diplomatik dengan Prancis dapat diputus.
 Mengimbau seluruh umat Islam, untuk memboikot semua produk dari Perancis, baik berupa barang maupun produk pemikiran (sekularisme, demokrasi & kebebasan tak terbatas), serta mengundang ulama / kyai / misionaris / muballigh / pengkhotbah untuk menyerukan boikot ini kepada semua Muslim.

Mengajak segenap umat Islam untuk memperkuat Ukhuwwah Islamiyah yang berlandaskan ilmu falsafah Islam, di wajah dari segala bentuk pelecehan, penghinaan, penodaan, dan intoleransi terhadap Islam dan ajarannya. Sebaiknya mengajak seluruh umat Islam untuk shalat, semoga mereka yang telah menghina dan / atau menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW akan diberi petunjuk oleh Allah SWT atau hukuman dengan azab-Nya yang pedih.
Mengajak seluruh umat Islam untuk serius dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan Islam yang seutuhnya karena hanya dengan yang utuh Syariah Islam dalam kerangka Doulah Al-Khilafah Ar-Rasyidah Ala Minhajin Nubuwwah saja yang dapat melindungi kehormatan umat Islam diseluruh dunia.

(Rahman)

Artikel Terkait