Ticker

6/recent/Ticker-posts

Dinkes Sumba Tengah Gelar Pertemuan Lintas Sektor dan Program Konvergensi Publikasi Data Stunting

Pertemuan Lintas Sektor dan Program Konvergensi Publikasi Data Stunting


Waibakul .indometro.id -  Target penurunan prevalensi stunting nasional dari 24,1% di tahun 2020 menjadi 21,1% pada tahun 2021 mendatang disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dengan mengimplementasikan konvergensi percepatan penurunan stunting lintas sektoral dan program melalui 8 aksi. Delapan aksi tersebut dilakukan dalam bentuk intervensi gizi spesifik dan intevensi gizi sensitif terintegrasi dengan sasaran kelompok masyarakat (1000 Hari Pertama Kelahiran) yang potensial rawan terjadinya stunting atau dikenal juga dengan kondisi gagal tumbuh/tumbuh pendek di lokasi - lokasi prioritas. 

Untuk menyelaraskan sekaligus mengevaluasi program dan kegiatan intervensi yang telah dilakukan oleh semua sektor terkait, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan Lintas Program Konvergensi dan Lintas Sektor terkait  Publikasi Data   Stunting di Kabupaten Sumba Tengah yang berlangsung di Aula Bappelitbangada Sumba Tengah Rabu,(07/10/2020).

Ferdinandus Kea,A.Md Kep Kabid Kesmas dalam laporannnya di awal acara mengatakan bahwa anggaran yang digunakan dalam program konvergensi percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sumba Tengah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020.

Agar output dan outcome DAK tersebut berdampak efektif pada target capaian penurunan prevalensi stunting di Sumba Tengha perlu dilakukan sinkronisasi, monitoring dan evaluasi terhadap progres intervensi yang telah dan akan dilakukan di setiap sektor. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya pertemuan lintas sektoral ini.   

"Berdasarkan hasil perhitungan dan data pada tahun 2018 344 Balita dari 765 balita ukur(45,5%) maka jumlah balita stunting di Sumba Tengah balita pada 10 desa lokus,ditahun 2019 memperluas jangkauan pengukuran bagi seluruh balita di 65 desa dan mendapatkan 1.409 anak balita stunting dari 7225 balita yang diukur (19,5%)ditahun 2020 melalui operasi timbang dari 7428 anak balita diukur terdapat 1109 anak balita stunting dengan kategori sangat pendek dan pendek (14,9%) yang tersebar di 65 desa di Kabupaten Sumba Tengah,"ungkap Ferdi.

"Maksud dan tujuan diadakan kegiatan adalah untuk memaksimalkan dan menyatukan tujuan dan inovasi dari setiap OPD agar bekerjasama untuk satu tujuan, percepatan pencegahan stunting dengan sumber dana dari dana alokasi khusus," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Eda Padjunga,M.Si yang membuka kegiatan ini dalam arahannya menyampaikan, dengan melihat data terakhir angka kasus gagal tumbuh di Kabupaten Sumba Tengah yang relativ rendah, penurunan dan pencegahannya menjadi tantangan yang harus dijawab bersama-sama melalui komitmen yang kuat dan keterpaduan serta kerjasama yang baik dari semua lini sektor terkait,"ungkap Umbu Eda.

Terlibatnya  para Perangkat Daerah dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sumba Tengah didasarkan pada strategi nasional percepatan pengentasan stunting 2018 - 2024 yang fokus menekankan pada integrasi intervensi lintas sektor di setiap lokus sebagai syarat keberhasilan seluruh aksi percepatan dan pencegahan stunting.

(Yunia)

Artikel Terkait