Oknum ASN Dinkes Kendal ini Enggan Bertanggung Jawab, Atas Terbakarnya Motor di Dalam Lokasi Perusahaan SGF. - Indometro Media

Berita Terbaru

Sunday, September 13, 2020

Oknum ASN Dinkes Kendal ini Enggan Bertanggung Jawab, Atas Terbakarnya Motor di Dalam Lokasi Perusahaan SGF.

Baca Juga

Oknum ASN Dinkes Kendal ini Enggan Bertanggung Jawab, Atas Terbakarnya Motor di Dalam Lokasi Perusahaan  SGF.

Suryanenggala.indometro.id
 -Adanya kejadian terbakarnya sebuah sepeda motor Honda Beat,  dengan nopol H2536 AHD di lokasi perusahaan  PT Seafer General Foods [ SGF ] tak kunjung ada kejelasan, pasalnya, salah satu oknum yang bekerja di Dinas Kesehatan tersebut  enggan bertanggung  jawab atas perbuatan yang dia lakukan, malah justru ingin mencari kesalahan pemilik motor yang terbakar, agar tidak menggantinya.

Seperti disampaikan Kepala Divisi Pengaduan LAPK Mangkunegaran Ali Mustofa saat di konfirmasi menyampaikan, ia sangat kecewa atas tindakan yang di lakukan oleh salah satu oknum ASN Dinas Kesehatan Kendal, yang seolah olah ingin lari dari tanggung jawabnya.

“ Saya sangat menyayangkan dari tindakan Oknum ASN Dinas Kesehatan tersebut, pasalnya, bukan malah merasa bersalah atas perbuatan yang dia lakukan dan mencari solusi atau menggantinya, namun, justru mencari cari kesalahan dari pemilik motor, yaitu korban yang motornya terbakar, kalau seperti ini, menurut saya, dia enggan bertanggung jawab namanya,terangnya.

Ali juga menjelaskan, bahwa sudah 2 [ Dua ] kali ada mediasi yang difasilitasi oleh  Polsek Patebon, namun juga belum ada kejeasan yang pasti.
“ Memang sudah ada 2[ Dua ] kali mediasi antara kedua pihak, namun masih belum juga ada penyelesaian yang jelas atau tanggung jawab yang pasti dari oknum ASN tersebut, saya heran saja, kok ada orang seperti itu, sudah tau salah, masih mengelak ”, jelasnya.

Sementara itu, Nadirin selaku korban, saat dikonfirmasi mengatakan, motor tersebut merupakan motor satu satunya yang ia miliki, motor hasil kredit di salah satu perusahaan pembiayaan atau Finence, dengan bekerja keras dan jiri payahnya, akhirnya sampai bisa ia lunasi.

“ Saya hanya memiliki satu motor itu mas, motor itu saya beli dengan susah payah, namun, semenjak kejadian terbakarnya motor saya tersebut, saya pun kebingungan saat hendak berangkat kerja, dan rasa bahagia saya itu pun hilang, semenjak motor saya itu terbakar, ditambah lagi orang yang menyalakan api hingga membuat motor saya itu terbakar itu  enggan bertanggung jawab, dan kini, hasil jiri payah saya selama bertahun tahun saya kredit motor,  hilang hanya sekedip mata”, keluhnya.

Menurut Nadirin, sebenarnya permintaannya tidak muluk muluk, karena yang terbakar adalah sepeda motor, ia menginginkan motor lagi sesuai yang ia punya dulu, tidak harus baru, sesuai tahun dan merk sepeda motornya yang ia miki dulu tidak mengapa.

“ Saya tidak mengharap untuk diganti baru mas, diganti sesuai tahun dan merk motor yang saya punya dulu tidak masalah, karena itu merupakan motor kenangan saya, motor hasil perjuangan saya selama ini, sudah motor hasil dari kredit, setelah lunas malah terbakar “, jelasnya sambil meneteskan air mata saat di konfirmasi.

Nadirin berharap, agar permasalahan ini segera selesai dan ada etika baik dari pihak yang menyalakan api tersebut, yang  menyebabkan motor saya terbakar, dan saya segera mendapatkan ganti rugi atas terbakarnya motor saya.

“ Semoga segera ada kejelasan akan permasalahan yang menimpa saya ini, karena semenjak motor saya itu terbakar, untuk berangkat bekerja, saya kini menyewa motor, karena, jika saya harus naik angkot saya harus berjalan 2 kilo meter, kan sangat jauh, tidak mungkin saya harus berjalan kaki dan naik angkot, bisa bisa saya telat bekerja dan saya bisa di pecat nanti”, harapnya.

 (Novi)

No comments:

Post a Comment